Beda Sikap Dengan UEFA, Asia Tengah Undang Rusia Ke CAFA Championship
AKURAT.CO, Konfederasi Sepakbola Asia Tengah (CAFA) mengambil jalan berbeda dengan arus besar FIFA dan UEFA soal Rusia. Pasalnya, CAFA mengundang Rusia dalam kejuaraan regional mereka yang pertama pada Juni mendatang meski Rusia sudah diblok oleh FIFA dan UEFA sehubungan krisis di Ukraina sejak Februari 2022.
Konfirmasi keikutsertaan Rusia di Cafa Championship 2023 dikonfirmasi oleh Federasi Sepakbola Tajikistan (FFT). Rusia akan bergabung dengan enam anggota CAFA, yakni Tajikistan,Iran, Uzbekistan, Kyrgyztan, Turkmenistan, dan Afghanistan.
“Tim Nasional Rusia, yang telah mengonfirmasi partisipasinya di turnamen CAFA, juga akan ambil bagian di turnamen. Juga, Asosiasi Sepakbola Asia Tengah akan mengundang salah satu tim Asia untuk berpartisipasi di turnamen ini,” tulis FFT di laman resminya.
Sementara itu, The Guardian mengatakan bahwa Federasi Sepakbola Rusia (RFU) baru mendiskusikan kemungkinan partisipasi mereka di CAFA Championship. Timnas Rusia telah “dikeluarkan” dari seluruh kejuaraan yang berada di bawah naungan FIFA dan UEFA sejak perang di Ukraina.
Wacana keterlibatan Rusia di CAFA Championship ini juga membuka kembali pembicaraan soal kemungkinan negara tersebut bergabung ke Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Rusia sendiri sudah kehilangan kesempatan untuk turut serta di Piala Dunia Qatar 2022.
CAFA resmi didirikan pada 9 Januari 2015 dengan enam anggota yang sudah disebutkan di atas. Kejuaraan regional pertama mereka adalah sepakbola putri pada 2018 dan sudah menggelar edisi kedua tahun lalu.
Pada 2019 CAFA menghelat kejuaraan U-23 putri yang pertama. Sementara CAFA edisi pertama untuk sepakbola putra digelar di Uzbekistan pada 9-21 Juni sebagai persiapan negara-negara setempat sebelum Piala Asia 2023 yang digelar di Qatar pada Februari tahun depan.
Dari sudut pandang yang sedikit lebih luas, mengikutsertakan Rusia juga sejalan dengan garis politik sejumlah negara di kawasan tersebut. Terutama Iran yang sejak awal mendukung Rusia dalam krisis di Ukraina.
Adapun CAFA saat ini dipimpin oleh politisi yang juga Ketua Parlemen Tajikistan, Rustam Emomali. Rustam mengepalai CAFA sejak 2019 menggantikan Umid Ahmadjonov dari Uzbekistan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




