Akurat

PSSI Terlibat dalam Ramainya Pemain Diaspora ke Super League Demi AFF? Ini Respons Exco

Zainal Hasan | 9 Februari 2026, 20:13 WIB
PSSI Terlibat dalam Ramainya Pemain Diaspora ke Super League Demi AFF? Ini Respons Exco

AKURAT.CO, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menepis anggapan bahwa kedatangan pemain diaspora ke klub-klub Indonesia merupakan skenario federasi demi memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026. Ia menyebut narasi tersebut sebagai teori konspirasi.

Belakangan sejumlah pemain diaspora merapat ke klub Tanah Air. Di antaranya Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Rafael Struick, Jens Raven, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, Dion Markx, hingga Ivar Jenner.

Muncul spekulasi bahwa transfer para pemain itu merupakan bagian dari program PSSI. Tujuannya disebut-sebut untuk mempermudah pemanggilan mereka ke Timnas Indonesia demi mengejar gelar perdana Piala AFF 2026.

Baca Juga: John Herdman Dukung Pemain Diaspora Timnas Indonesia Berlaga di Super League

Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan," kata Arya di GBK Arena, Senin (9/2).

“Yang membuat isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?

“Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit. Tawar-menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI. Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI begitu ya, untuk AFF.”

Arya menegaskan bahwa proses transfer sepenuhnya berada di ranah klub dan pemain. Menurutnya, perekrutan dilakukan berdasarkan kebutuhan tim serta kesepakatan finansial masing-masing pihak.

Baca Juga: Manajer Persija Jakarta Pastikan Timnya Rekrut 1 Pemain Diaspora, Shayne Pattynama?

Ia menambahkan, biaya untuk mendatangkan pemain profesional tidaklah kecil sehingga mustahil jika federasi ikut campur dalam proses negosiasi.

“Jadi mungkin ya pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta. Enggak ada, di dunia enggak ada yang seperti itu begitu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub. Kalau klubnya enggak mau bayar, emang PSSI bisa nyuruh klubnya?” kata Arya Sinulingga.

“‘Hei klub, lu bayar ya?’ Ya enggak mau lah. Klubnya akan bilang, ‘lho PSSI ngasih apa ke gua?’. Pemainnya bilang, ‘eh pemain, lu turunin ya harga lu, supaya klubnya ngambil’. Mana mau pemainnya. Kalau enggak cocok harga enggak akan mau, itu sederhana banget."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Z
Reporter
Zainal Hasan
Z