Barcelona Resmi Keluar dari Proyek Liga Super Eropa, Tinggalkan Real Madrid Sendirian

AKURAT.CO, Barcelona akhirnya memutuskan keluar dari proyek Europa Super League (Liga Super Eropa) yang digagas oleh Real Madrid. Keputusan ini meninggalkan Madrid sebagai satu-satunya klub yang bertahan dalam proyek tersebut.
“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini kami secara resmi memberitahu Perusahaan Liga Super Eropa dan klub-klub yang terlibat pengunduran diri kami dari proyek Liga Super Eropa,” tulis Barcelona di laman resmi mereka, Sabtu (7/2).
Europa Super League atau yang dikenal dengan singkatan ESL adalah proyek tandingan Liga Champions yang dipelopori oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, pada 2021.
Baca Juga: Demi Penggemar Sepakbola, Mikel Arteta Minta Manajemen Arsenal Tolak ESL
ESL adalah kompetisi di mana 12 tim elite Eropa mendapatkan hak istimewa untuk tak didegradasi yang berbeda dari Liga Champions yang berlaku saat ini.
Alasannya adalah untuk memperbanyak pertandingan antar sesama tim besar yang akan membuat kompetisi menjadi lebih atraktif. Perez berpendapat format Liga Champions saat ini menyediakan pertandingan besar yang lebih sedikit.
Beberapa klub yang mendapat garansi untuk tak terdegradasi di antaranya adalah Real Madrid, Barcelona, Juventus, Manchester United, Manchester City, dan Liverpool.
Konsep ini mendapat kritikan dari banyak penjuru karena dianggap mencederai aspek kompetisi dan keadilan. Terutama untuk tim-tim medioker yang sering gugur di fase penyisihan Liga Champions.
Enam klub Liga Primer Inggris (MU, Manchester City, Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur) adalah yang paling awal mundur dari ESL. Mereka mengambil keputusan tersebut hanya 72 jam setelah ESL diluncurkan.
Baca Juga: Pengadilan Madrid Tolak Gugatan UEFA, Liga Super Eropa Berpeluang Kembali Digulirkan?
Juventus menjadi tim kesepuluh yang menarik diri dari ESL pada Juni 2024. Kepergian Juventus menyisakan Real Madrid dan Barcelona saja di ESL.
Pada Desember 2023, Pengadilan Keadilan Eropa menyatakan bahwa FIFA dan UEFA telah melakukan pelanggaran dengan menyelewengkan posisi dominasinya.
Dalam kasus yang diajukan ESL itu, pengadilan Uni Eropa tersebut menyatakan bahwa FIFA dan UEFA melakukan pelanggaran dengan mengancam menjatuhkan sanksi terhadap klub-klub yang bergabung dengan ESL.
Mundurnya Barcelona dianggap sebagai tanda “kematian” ide ESL. Kini tersisa Real Madrid untuk mempertahankan posisi atau justru melupakan ide yang dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan klub itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








