Akurat Logo

Persija Jakarta Takluk dari Arema, Carlos Pena Puji Daya Juang Pemainnya tapi Sentil Kualitas Wasit

Endarti | 10 Maret 2025, 14:36 WIB
Persija Jakarta Takluk dari Arema, Carlos Pena Puji Daya Juang Pemainnya tapi Sentil Kualitas Wasit
 
 
 
AKURAT.CO, Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, tetap memberikan apresiasi besar kepada pemainnya meski mereka harus menelan kekalahan 1-3 saat menjamu Arema FC.
 
Kekalahan Persija Jakarta atas Arema itu terjadi dalam laga  pekan ke-26 Liga 1 Indonesia 2024-2025 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/3).
 
Dalam laga ini memang perjuangan para penggawa Persija Jakarta saat luar biasa. Sebab tim berjuluk Macan Kemayoran ini harus bermain dengan sembilan pemain sejak menit ke-36.
 
 
Hal ini karena Maciej Gajos dan Gustavo Almeida mendapat kartu merah. Keduanya mendapat kartu merah langsung usai wasit melihat tayangan ulang VAR.
 
Namun bermain dengan sembilan pemain, Persija mampu unggul terlebih dahulu di menit ke-62 lewat gol indah Rizky Ridho.
 
Setelah itu, Persija bermain lebih terbuka. Justru hal ini dimanfaatkan Arema FC dengan mencetak dua gol dalam dua menit lewat sepakan Pablo Oliveira (65') dan Dalberto (67'). Arema FC berbalik unggul 2-1.
 
Arema menyempurnakan kemenangan menjadi 3-1 usai Muhammad Ferarri melakukan gol bunuh diri di menit 73.
 
 
"Soal pertandingan, ya analisis dari sisi sepakbola, ya mudah aja ya, itu pertandingan yang sulit. Sulit sekali kita bermain dengan sembilan pemain dalam, mungkin, 60 menit," ucap Carlos Pena dalam sesi konferensi pers selepas laga.
 
"Ya, tapi pemain tetap coba, mencoba, berjuang, dan kita bisa cetak satu gol, mereka yang menyamakan skor dan akhirnya cetak dua gol lagi."
 
Meski memuji kualitas dan perjuangan anak asuhnya, Carlos Pena sedikit menyoroti keputusan wasit.
 
Baginya wasit sangat tidak fair dalam mengambil beberapa keputusan untuk Persija. Terlebih dalam memutuskan kartu merah yang diterima oleh Maciej Gajos.
 
"Jadi, untuk sepakbola, analisis dari sisi sepakbolanya itu simpel. Tapi untuk beberapa keputusan wasit, kartu merah untuk Gustavo, oke itu fair, itu kesalahan dari pemain, bisa terjadi. Tapi kartu merah untuk Gajos, itu tidak fair," keluh Carlos Pena.
 
"Karena orang yang mengerti bola saja bisa paham bahwa itu dia coba untuk passing dan setelah itu secara tidak sengaja ada kaki lawan disitu dan kena disitu.
 
"Jadi itu tidak kartu merah 100 persen. VAR itu tools atau alat yang bagus, tapi butuh orang yang bagus juga yang bisa menggunakan VAR itu untuk membantu mengambil keputusan. Karena keputusan itu sangat penting, sementara beberapa keputusan wasit, ya, di pertandingan ini tidak bagus."
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H