Timnas Indonesia Tumbang di Kandang China, Ini Respons Jokowi

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo aka Jokowi menganggap kekalahan Timnas Indonesia atas China adalah hal yang wajar.
Jokowi meminta skuad Timnas Indonesia tak patah semangat. Presiden yang akan lengser pada 20 Oktober nanti itu menganggap bahwa Garuda masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026.
"Ya namanya bola itu ada menang, kadang-kadang ada kalah, kadang-kadang drop itu biasa," kata Jokowi di sela kunjungan kerja di Sumatera Utara, Rabu (16/10), sebagaimana dipetik dari Antara.
Baca Juga: Jokowi 'Gondok Banget' dengan Gol Terakhir Bahrain ke Gawang Timnas Indonesia
"Yang paling penting tetap semangat karena kita masih memiliki peluang besar untuk masuk ke ronde berikutnya."
Timnas Indonesia menelan kekalahan perdana di Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di kandang China.
Bertanding di Stadion Qingdao Youth Football, Qingdao, China, Selasa (15/10), skuad asuhan Shin Tae-yong tumbang dengan skor 2-1.
Situasi ini menempatkan Indonesia di peringkat kelima klasemen sementara grup C dengan nilai tiga. Untuk bisa mempertahankan peluang ke Piala Dunia 2026, Garuda mesti berada di empat besar.
Baca Juga: Jokowi Puas Timnas Indonesia Tahan Imbang Australia, Puji Penampilan Maarten Paes
"Kita ya harus berhitung lagi ini, PSSI bagaimana analisanya, kemungkinannya apakah ada peluang tetap lolos ke babak selanjutnya atau tidak," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo.
Dito sendiri mengapresiasi permainan Timnas Indonesia meski kalah menghadapi China. Terutama dalam hal penguasaan bola.
"Permainan (Timnas Indonesia) sangat menguasai, penyerangannya juga baik," kata Dito.
"Tadi ball possession-nya kalau tidak salah Timnas kita 76 persen dan China 24 persen, itu yang harus kita apresiasi."
Timnas Indonesia menyisakan lima laga lagi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Terdekat menghadapi Jepang pada 15 November dan Arab Saudi pada 19 November di mana dua laga itu digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









