Ngeri, Pemain Kalteng Putra Mengaku Mendapat Ancaman Secara Verbal dari Manajer Tim

AKURAT.CO Pemain sekaligus kapten tim Kalteng Putra, Shahar Ginanjar mengaku, mendapatkan intimidasi secara verbal dari Manajer Kalteng Putra, Sigit Widodo karena melakukan aksi mogok bertanding.
Polemik antara pemain dan manajemen tim Kalteng Putra memang tengah memanas. Hal ini tak lepas dari terjadinya tunggakan gaji yang dilakukan oleh manajemen Kalteng Putra terhadap 29 pemain.
Baca Juga: Zulhas Cup: Bintang Tingkir Eks Kalteng Putra Berharap Fit Di Final Besok
Bahkan, para pemain Kalteng Putra melakukan aksi mogok bermain dalam lanjutan Liga 2 2023-2024 melawan PSCS CIlacap beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, bahkan sebelum aksi mogok itu dilakukan, parahnya lagi manajemen Kalteng Putra membawa permasalahan ini ke ranah kepolisian dengan laporan dugaan pencemaran nama baik.
Selain itu, sebelumnya, kapten tim Kalteng Putra, Shahar Ginanjar selaku perwakilan pemain mengaku juga menerima ancaman secara lisan.
Shahar memang menjadi jembatan antara pemain dan tim karena posisinya sebagai kapten tim. Namun, dalam komunikasi yang dilakukan, Shahar justru mendapatkan ancaman secara lisan.
“Secara ancaman fisik ya tidak, maksudnya, secara komunikasi saja, karena posisinya saya dan manajer itu di mobil,” ucap Shahar saat ditemui di Jakarta.
“Jadi dia (Manajer Kalteng Putra) bilang, kalau kami tidak main, kami diminta untuk keluar dari mess pemain. Akhirnya kami memang memilih pulang saja,” jelas Shahar.
Mendapat intimidasi membuat Shahar Ginanjar tak mau mengambil risiko, dan bersama rekan-rekannya memilih untuk meninggalkan mess. Mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“DI sisi lain, dia bilang, ada hal yang tidak diinginkan perihal keamanan. Berarti kan, kalau dalam hal keamanan kita bisa menjabarkan maksudnya apa nih?" jelas mantan pemain Persija Jakarta ini.
“Kami pun sebagai pemain sudah mikirnya ini berat, karena larinya ke keselamatan jiwa nih," kata Shahar.
Shahar mengaku, dia dan para pemain Kalteng Putra juga mengetahui bahwa CEO dari Kalteng Putra adalah Ketua Dewan Adat Dayak. Sehingga dirinya sangat takut bila memang ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Sementara di sana itu, dia juga bilang CEO-nya (Kalteng Putra) itu kan, Ketua Adat Dayak di sana dan disegani. Jangan sampai anak buahnya itu bertindak di luar instruski si Ketua Adat ini. Ya saya sampaikanlah, itu ke pemain," pungkasnya.
Baca Juga: Shahar Ginanjar Tak Pernah Merasa Jadi Pelapis Andritany
Terkini, para pemain Kalteng Putra tak hanya diseret lewat jalur hukum oleh klub, tetapi juga terancam sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI buntut mogok tanding. Mereka terancam sanksi larangan tampil dua tahun sampai denda sekitar Rp100 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR








