Akurat

Shahar Ginanjar Tak Pernah Merasa Jadi Pelapis Andritany

Ardiansyah Pratama | 2 Juli 2019, 20:05 WIB
Shahar Ginanjar Tak Pernah Merasa Jadi Pelapis Andritany

AKURAT.CO, Cedera parah yang menimpa Andritany Ardhiyasa seolah menjadi berkah terselubung bagi Shahar Ginanjar. Pemain berusia 28 tahun itu akan menjadi kiper utama Persija Jakarta saat menjamu PSS Sleman pada laga pekan keenam Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/7).

Namun, Shahar menolak anggapan tersebut. Ia sama sekali tak merasa diiuntungkan dengan cedera yang menimpa Andritany tersebut.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa ini (cederanya Andritany) durian runtuh buat saya. Ini bukan momen pertama kali bagi saya menggantikan Andritany di saat dia tidak ada. Saya tidak mau beranggapan Ini sebuah keuntungan karena Andritany cedera," ujar Shahar pada sesi jumpa pers pra pertandingan, Selasa (2/7).

Andritany mengalami patah tangan kiri saat Persija menang 2-1 atas Borneo FC pada leg pertama semifinal Piala Indonesia 2019, Sabtu (29/6). Ia diperkirakan harus absen selama dua bulan ke depan.

Selain itu Shahar merasa tak bisa berleha-leha untuk menjadi kiper utama Persija. Maka dari itu ia ingin memanfaatkan semua kesempatan yang diberikan dengan menunjukkan penampilan terbaik.

"Dalam tim ini tidak ada pemain cadangan, hanya strategi pelatih yang menempatkan pemain menjadi starter, dan di sepakbola itu hal yang normal, bermain atau tidak," tambahnya.

Shahar juga punya ambisi tersendiri dalam laga kontra PSS. Ia ingin mempersembahkan kemenangan dan memperbaiki posisi Persija di klasemen.

"Semua pemain Persija pastinya ingin memenangkan pertandingan besok sekaligus mengamankan tiga poin karena ini laga kandang perdana kita di liga. Kita harus memanfaatkan laga kandang ini karena kita bermain didepan Jakmania," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.