AKURAT.CO, Penyerang Tim Nasional Putri Spanyol, Jenni Hermoso, mengambil langkah hukum atas kontroversi ciuman yang dilakukan Presiden RFEF, Luis Rubiales, terhadapnya. Pengaduan Hermoso berarti pula Luis Rubiales berpotensi menghadapi tuduhan kriminal.
Sebagaimana dikabarkan BBC, Jenni Hermoso mengajukan gugatan hukum sebagai reaksi atas pernyataan Rubiales yang mengatakan bahwa ciuman yang dilakukannya di podium juara Piala Dunia Putri di Stadion Australia, Sydney, Agustus silam, itu merupakan tindakan “suka sama suka."
Kasus ini membuka polemik karena sebagian pihak melihat bahwa gerak tubuh Hermoso ketika dicium oleh Rubiales tidak tegas menunjukkan bahwa ia tidak menyetujuinya. Pun demikian ketika Jenni Hermoso menyatakan bahwa ia tidak menyukai tindakan Rubiales pada respons pertama melalui sebuah video di media sosial.
Baca Juga: Serikat Pemain Wakili Jenni Hermoso Minta Luis Rubiales Dihukum
Mahkamah Agung Spanyol menyatakan bahwa dibutuhkan penentuan keabsahan hukum atas sikap penolakan Jenni Hermoso. Adapun pesepakbola berposisi penyerang berusia 33 tahun itu mengambil jalan hukum setelah mendapat saran dari beberapa ahli.
“Dalam rangka memperkarakan sebuah kasus serangan seksual, pelecehan atau gangguan seksual, diperlukan pihak yang mengalami cedera atau perwakilan hukum mereka, atau jaksa umum, mengajukan gugatan,” kata Mahkamah Agung Spanyol.
Luis Rubiales sendiri saat ini sudah diskors oleh FIFA dalam posisinya sebagai Presiden RFEF. Eks pesepakbola berusia 46 tahun dilarang beraktifitas di dunia sepakbola selama 90 hari sejak FIFA menangguhkan statusnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: RFEF Pecat Jorge Vilda, Luis Rubiales Keukeuh Tolak Mundur
RFEF sendiri sudah mengambil langkah yang cukup penting dengan memecat Pelatih Timnas Putri Spanyol, Jorge Vilda, Selasa (5/9). Bagi RFEF, memecat pelatih yang membawa Spanyol mencetak sejarah dengan menjadi juara Piala Dunia Putri 2023 merupakan bagian dari upaya penstrukturan ulang.
Pemecatan ini juga bisa dibaca sebagai upaya RFEF untuk memberikan “sanksi” terhadap Vilda yang diketahui merupakan sekutu Luis Rubiales. Vilda diketahui turut bertepuk tangan ketika Rubiales menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari jabatannya pada Kongres Luar Biasa RFEF beberapa hari setelah insiden di Australia.
Jorge Vilda sendiri mengatakan bahwa pemecatannya tidak adil. Terutama dilakukan selepas ia membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia untuk kali pertama.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- 10Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional









