Kapan Waktu Terbaik Melakukan Recovery Run?

AKURAT.CO Recovery run adalah lari dengan intensitas rendah dan nyaman yang dilakukan untuk membantu tubuh tetap aktif ketika sedang dalam proses pemulihan dari latihan yang lebih berat.
Recovery run bukan latihan untuk mengejar kecepatan. Tujuan utamanya adalah menjaga tubuh tetap bergerak tanpa memberikan beban berlebihan.
Baca Juga: Garmin Run Indonesia 2026 Satukan 8.000 Pelari, Usung Semangat Inklusif dan Ramah Lingkungan
Kapan Recovery Run Dilakukan?
Recovery run biasanya dilakukan setelah latihan berat, seperti:
Interval training
Tempo run
Long run
Latihan dengan intensitas tinggi
Perlombaan atau simulasi lomba
Misalnya, jika hari Minggu melakukan long run, recovery run dapat dilakukan pada hari berikutnya jika tubuh terasa cukup pulih.
Namun, jika tubuh masih mengalami kelelahan berat atau nyeri, istirahat atau aktivitas ringan seperti berjalan dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Seberapa Ringan Recovery Run?
Recovery run seharusnya dilakukan dengan kecepatan yang jauh lebih santai dibandingkan latihan biasa.
Salah satu cara sederhana untuk mengukurnya adalah menggunakan talk test. Jika masih dapat berbicara dengan nyaman ketika berlari, intensitas kemungkinan masih berada pada tingkat ringan.
Jangan menjadikan recovery run sebagai kesempatan untuk mengejar pace.
Berapa Lama Recovery Run?
Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua orang. Durasi dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran dan latihan sebelumnya.
Untuk pelari pemula, sekitar 20–30 menit dengan intensitas ringan sudah dapat menjadi pilihan.
Pelari yang lebih berpengalaman dapat melakukan durasi yang lebih lama sesuai kebutuhan program latihan.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Kecepatan Lari dalam Waktu Singkat dengan Latihan yang Tepat
Apakah Recovery Run Wajib?
Tidak. Recovery run merupakan salah satu pilihan dalam program latihan.
Jika tubuh membutuhkan istirahat, rest day dapat lebih bermanfaat daripada memaksakan diri melakukan recovery run.
Recovery run seharusnya membantu proses pemulihan, bukan menambah kelelahan.
Tanda Recovery Run Terlalu Berat
Recovery run mungkin terlalu berat jika:
Napas sangat terengah-engah.
Pace terasa seperti latihan biasa atau latihan cepat.
Kaki terasa semakin berat.
Tubuh semakin lelah setelah berlari.
Muncul rasa sakit atau nyeri yang tidak biasa.
Jika hal tersebut terjadi, kurangi intensitas atau hentikan latihan.
Waktu terbaik melakukan recovery run adalah setelah latihan berat ketika tubuh sudah cukup siap untuk melakukan aktivitas ringan.
Recovery run sebaiknya dilakukan dengan intensitas rendah dan tidak digunakan untuk mengejar kecepatan.
Jika tubuh masih sangat lelah atau mengalami nyeri, istirahat merupakan pilihan yang lebih baik. Prinsip utama recovery run adalah memulihkan tubuh, bukan menambah beban latihan.
Sonia Happytrie Setia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta
- 10Nama BRAN Diganti Jadi LPRA dalam RUU Reforma Agraria






