Mohammed Ben Sulayem Akhirnya Tak Lagi Terlibat Langsung Dengan F1
AKURAT.CO, Setelah sejumlah kontroversi, Presiden Federasi Otomobil Internasional (FIA), Mohammed Ben Sulayem, memutuskan mengambil jarak dari keterlibatan langsung dengan Formula One (F1). Peran yang ia tinggalkan tersebut selanjutnya akan diambilalih oleh Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis.
Sebagaimana dikabarkan The Guardian, Mohammed Ben Sulayem menyampaikan keputusan itu melalui surat yang ia kirimkan ke sepuluh tim F1, Senin (6/2). Pria asal Uni Emirat Arab berusia 61 tahun tersebut mengatakan bahwa ia kini hanya akan berfokus pada peran strategis sebagai pemimpin FIA.
Lebih dari itu, Mohammed Ben Sulayem sebenarnya mendapat desakan mundur dari beberapa pihak di F1 dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu isu terbesarnya adalah campur tangan Ben Sulayem dalam batalnya investasi Arab Saudi untuk balapan paling bergengsi di dunia itu.
Melalui media sosial, Ben Sulayem menuduh bahwa F1 sengaja mematok harga 20 miliar Poundsterling kepada Arab Saudi. Ia menganggap harga tersebut terlalu mahal sehingga investasi dari Arab Saudi gagal terlaksana.
Isu lain adalah kebijakan FIA yang melarang para pembalap menggunakan platform F1 untuk menyuarakan pendapat tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sejumlah pembalap menentang kebijakan yang diputuskan pada Desember 2022 tersebut dan bos F1, Stefano Domenicalli, berpihak kepada pembalap.
Juga rekaman dari 2001 yang menunjukkan bahwa Mohammed Ben Sulayem pernah mengeluarkan pernyataan dengan nada merendahkan perempuan. Ketika itu, Ben Sulayem sempat mengatakan bahwa ia tidak suka dengan perempuan yang berpikir bahwa ia lebih pintar ketimbang laki-laki.
Manuver yang dilakukan Mohammed Ben Sulayem ini juga disertai dengan perekrutan sejumlah figur baru di F1. Selain Nikolas Tombazis yang akan menjadi direktur langsung yang berhubungan dengan F1, juga ada Steve Nielsen sebagai pemantau balapan, dan Natalie Robyn sebagai pejabat eksekutif.
Adapun F1 saat ini sedang bersiap untuk menggelar seri pertama pada 2023 yang akan mengambil tempat di Bahrain pada 5 Maret mendatang. Dua pekan setelahnya para pembalap akan berpacu di Arab Saudi sebelum terbang ke Australia pada akhir Maret.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK

