Seleknas PBSI: Tak Sekadar Skor, Kualitas Teknik dan Mental Jadi Kunci Peniaian ke Pelatnas

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menyelesaikan pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 yang digelar sejak 3-7 Februari lalu di Majeh Arena, Wadas, Karawang, Sabtu (7/2).
Proses Seleknas Pelatnas PBSI kali ini menegaskan bahwa menjadi juara di lapangan bukanlah satu-satunya variabel penentu bagi seorang atlet untuk bisa dipanggil ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
PP PBSI menerapkan program pembinaan berjenjang yang melibatkan pengamatan mendalam dari tim pemandu bakat.
Baca Juga: PB Djarum Rajai Seleknas PBSI 2026, Eng Hian: Seleksi Belum Selesai 100 Persen
Fokus utama dalam Seleknas Pelatnas PBSI 2026 ini bukan sekadar menjaring pemenang, melainkan memetakan atlet yang memiliki potensi pengembangan jangka panjang menuju prestasi dunia.
Salah satu anggota tim pemandu bakat, Bambang Supriyanto, menegaskan bahwa kualitas teknik dasar merupakan indikator krusial.
Menurut legenda bulutangkis tersebut, penguasaan pukulan yang mumpuni jauh lebih berharga daripada sekadar mengandalkan kekuatan fisik semata.
"Dalam sistem pertandingan 21 poin saat ini, kualitas teknik menjadi aspek yang sangat krusial. Atlet dengan teknik dasar yang kurang memadai akan sulit dikembangkan secara optimal jika mereka hanya mengandalkan fisik di lapangan," ujar Bambang memberikan catatan.
Evaluasi komprehensif ini membuat pintu Pelatnas tetap terbuka bagi para atlet yang gagal menjadi juara, namun menunjukkan bakat luar biasa.
Baca Juga: Seleknas PBSI Digelar di Karawang 3-7 Februari, Cari Atlet Pengembangan Jangka Panjang
Kesempatan untuk mengikuti tes lanjutan diberikan pula kepada mereka yang berhasil mencapai babak semifinal hingga perempat final.
Penentuan nama-nama tersebut didasarkan pada hasil pemantauan berkelanjutan tim pemandu bakat yang diisi tokoh-tokoh seperti Hendrawan dan Yoga Ukikasah.
Mereka memantau perkembangan atlet secara konsisten sejak penyelenggaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) pertama pada tahun 2025 lalu.
Selain aspek teknis, tim pemandu bakat juga memberikan perhatian serius pada aspek non-teknis, terutama mentalitas.
Bambang mengungkapkan bahwa pihaknya sering menemukan atlet yang secara teknik sangat mumpuni, namun gagal dalam tes psikologis.
"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada atlet yang secara teknis memenuhi ekspektasi, namun hasil tes psikologisnya belum optimal. Kami berharap seluruh atlet mengikuti tes psikologis dengan sungguh-sungguh agar hasilnya benar-benar mencerminkan kesiapan mereka," tambah Bambang.
Lebih lanjut, tim pemandu bakat mencatat adanya pergeseran kualitas atlet tahun ini. Awalnya, mereka memproyeksikan dominasi atlet kelahiran 2008, namun justru sejumlah atlet kelahiran 2007 yang tampil luar biasa dan menunjukkan kemauan yang kuat untuk menang.
"Faktor kesiapan, kualitas persiapan, serta kemauan yang kuat menjadi pembeda, sehingga terdapat beberapa hasil di luar prediksi, termasuk gugurnya atlet unggulan di babak delapan besar," tegasnya.
PP PBSI menegaskan komitmennya untuk menjalankan sistem seleksi yang transparan dan berbasis data demi regenerasi bulutangkis nasional yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








