Raih Tren Positif, Jafar/Felisha Ditarget Tembus Ranking 10 Besar Dunia Tahun Ini
Leo Farhan | 31 Juli 2025, 20:03 WIB

AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mulai menunjukkan progress meyakinkan di turnamen-turnamen BWF World Tour Series.
Soal target ke depan, Jafar/Felisha tak menampik bahwa jajaran pelatih telah menetapkan standar tinggi untuk mereka. Salah satunya adalah masuk ke peringkat sepuluh besar dunia tahun ini, sebuah tantangan mereka akui cukup mengejutkan.
"Awalnya saya kaget juga lihat target dari pelatih, tapi kami harus siap. Enggak bisa terlena dengan usia, nanti tahu-tahu udah enggak muda lagi. Sekarang kami punya target di setiap turnamen, mulai dari masuk semifinal, final, sampai juara. Semua ada," tegas Felisha di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (31/7).
Namun, usai menjalani dua turnamen beruntun di Jepang Terbuka dan China Terbuka 2025, keduanya mengakui masih banyak aspek yang perlu dibenahi. Terutama dari segi konsistensi dan ketajaman saat melawan pasangan papan atas dunia.
Meski mampu memenuhi target pelatih di turnamen Super 1000 China Terbuka 2025, Jafar menilai hasil yang diraih belum sepenuhnya memuaskan secara pribadi.
Ia masih menyimpan rasa penasaran untuk menembus hasil yang lebih baik setelah beberapa kali terhenti di babak 16 besar dalam turnamen level atas.
"Saya ingin membuktikan bahwa kami bisa berbuat lebih di level Super 1000. Sebelumnya kami mentok di babak awal, jadi ada rasa penasaran. Lawan yang mengalahkan kami juga langganan semifinal. Jadi saya yakin kami bisa bersaing," ujar Jafar.
Meski gagal menembus partai puncak, Jafar menyebut ada nilai positif dari pencapaian mereka lantaran mampu memenuhi target pelatih. Namun, secara pribadi mereka berharap bisa juara, apalagi ada peluang untuk menang.
Baca Juga: China Terbuka: Jafar/Felisha Tembus Semifinal, Rehan/Gloria Gugur di Tangan Unggulan Pertama
"Ini jadi bahan evaluasi agar bisa lebih baik lagi ke depan," sambungnya.
Sementara itu, Felisha menyoroti aspek teknis dan strategi sebagai titik krusial yang membedakan mereka dengan pasangan top dunia. Menurutnya, konsistensi dalam menerapkan pola permainan masih menjadi tantangan terbesar.
"Secara strategi kami sudah benar, tapi dalam penerapannya masih belum konsisten. Sering mati sendiri. Lawan-lawan top itu konsisten dari awal sampai akhir, polanya stabil. Itu yang kami kejar sekarang," ujar Felisha.
Jafar/Felisha kini menjadi salah satu tumpuan Indonesia di sektor ganda campuran dalam regenerasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Konsistensi performa dan kematangan dalam mengelola tekanan pertandingan besar akan menjadi kunci untuk menjaga tren positif mereka di sisa musim ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit






