AKURAT.CO, Putri Kusuma Wardani mengawali musim BWF World Tour 2025 dengan menembus babak perempat final Super 1000 Malaysia Terbuka.
Ini merupakan hasil yang lumayan baik bagi pebulutangkis berusia 22 tahun tersebut. Terlebih, ini adalah kejuaraan level atas kedua yang diikuti Putri Kusuma Wardani setelah Indonesia Terbuka tahun lalu.
Pelatih Kepala Sektor Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Imam Tohari, menegaskan bahwa tidak ada perubahan drastis dari gaya bermain anak-anak asuhnya, baik Putri atau Gregoria Mariska Tunjung.
Pun begitu, Imam Tohari mengatakan bahwa memang ada beberapa poin yang bakal dia tambahkan dalam program latihan ke depannya.
"Tidak akan ada perubahan drastis dari gaya permainan Putri dan Gregoria. Selama ini sudah bagus, tinggal menambah beberapa aspek terutama di mental pertandingan," kata Imam Tohari melalui keterangan resminya, Sabtu (11/1).
Sayang, di Malaysia Terbuka pekan ini Gregoria dan Putri sudah saling berhadapan di babak pertama di mana laga tersebut berhasil dimenangkan oleh Putri.
Imam mengaku tidak bisa banyak mengevaluasi Gregoria. Terlebih lawan yang dia hadapi adalah rekan sendiri yang sudah sama-sama tahu pola strategi, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.
Namun, Imam mengatakan khusus untuk Putri penampilannya sudah sangat bagus. Apa yang diharapkan sudah sesuai ekspetasi. Tetapi ada beberapa momen Putri masih terlalu tergesa-gesa.
"Ke depannya harus bisa lebih tenang. Nanti di saat latihan terutama latihan game, saya akan menekankan untuk dihilangkan terlalu mudah mati sendirinya," ucap Imam.
Pekan selanjutnya tim bulutangkis Indonesia akan langsung bertolak untuk tampil di ajang Super 750 India Terbuka. Namun, sektor tunggal putri hanya menurunkan Gregoria.
Imam bisa fokus mendampingi Gregoria dan berharap peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu bisa tampil bagus dan maksimal dari apa yang sudah dilatihnya.
"Bila di latihan bisa keluar 70 hingga 80 persen, setidaknya di pertandingan tidak berkurang bahkan kalau bisa sampai 90-100 persen," harapnya.