Akurat

Final BWF: Kalah di Laga Terakhir, Gregoria Mariska Tunjung Gagal ke Semifinal

Leo Farhan | 13 Desember 2024, 15:50 WIB
Final BWF: Kalah di Laga Terakhir, Gregoria Mariska Tunjung Gagal ke Semifinal
 
 
AKURAT.CO, Gregoria Mariska Tunjung menelan kekalahan di laga terakhir fase grup BWF World Tour Finals (WTF) 2024 atau Final BWF. Hasil ini membuatnya gagal mengamankan tiket babak empat besar.
 
Gregoria harus mengakui ketangguhan wakil tuan rumah, Wang Zhi Yi, lewat laga straight set (8-21, 16-21) pada laga Final BWF di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Jumat (13/12).
 
"Saya sebenarnya berharap lebih dari ini secara performa jadi cukup kecewa dengan penampilan dan hasilnya, ini catatan baik untuk saya untuk terus belajar dan belajar lagi," kata Gregoria usai laga Final BWF ketiga sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
 
 
Dari tiga laga yang sudah dilakoni, pebulutangkis tunggal putri yang karib disapa Jorji itu hanya mampu meraih satu kemenangan.
 
Yakni saat menghadapi Busanan Ongbamrungphan sedangkan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
 
Walau gagal melangkah ke semifinal, Jorji menyebut secara keseluruhan musim ini tidak terlalu buruk baginya. Hanya ia mengakui performanya masih belum konsisten.
 
Pada musim 2024 ini, atlet tunggal putri berusia 25 tahun itu mampu melangkah dua kali ke partai puncak. Yakni saat turun di ajang Kumamoto Masters dan Swiss Terbuka.
 
Selain itu, dia juga mampu mengamankan medali perunggu Olimpiade Paris 2024.
 
 
"Tahun ini setelah berhasil mendapat medali perunggu di olimpiade, saya sadar atensi publik meningkat kepada saya," kata Gregoria.
 
"Ini tidak lantas membuat saya menjadi puas atau menjadi santai, malah dengan itu memacu saya untuk mendapat gelar yang lebih lagi."
 
Selain itu, dia juga ingin memberikan kredit untuk sektor tunggal putri yang menurutnya banyak mengalami peningkatan.
 
Dari level turnamen International Challenge sampai level atas, tunggal putri Indonesia selalu bisa kasih spot di semifinal atau final.
 
"Itu membuat saya bangga, karena dulu kami ada di titik yang berat, jangankan untuk banyak pemain merata, bahkan untuk sekadar satu pemain pun sulit," ucap Gregoria.
 
"Sekarang saya bisa melihat perkembangannya, melihat persaingan sehat di dalam dan dengan talenta-talenta yang mereka miliki dan usia yang masih muda, saya percaya masa depan tunggal putri bakal cerah di tahun-tahun mendatang."
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H