AKURAT.CO, Tim bulutangkis Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu dari gelaran multi event empat tahunan bergengsi sedunia, Olimpiade Paris 2024.
Medali tersebut disumbangkan sektor tunggal putri lewat Gregoria Mariska Tunjung yang tersingkir di babak semifinal Olimpiade Paris dari An Se Young dan mendapatkan peringkat ketiga setelah Carolina Marin mundur lantaran cedera.
Terkait hasil minor tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, Fadil Imran, menyebut pihaknya akan bertanggung jawab atas kegagalan ini dan segera melakukan evaluasi menyeluruh setelah tim Olimpiade Paris tiba di Tanah Air.
"Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah pulang ke tanah air. Nanti saya siapkan forum, semuanya akan saya undang," ungkap Fadil melalui keterangan yang diterima Akurat.co, Senin (5/8).
"Kami (berharap) akan mendapatkan masukan dari media, pemerhati bulutangkis, dan badminton lovers tentang apa yang harus kami benahi ke depan. PBSI akan bertanggung jawab atas hasil di Paris ini."
Saat berjuang di Paris lalu, Tim Bulutangkis Indonesia menurunkan sembilan atlet dengan rincian dua tunggal putra, satu tunggal putri, satu ganda putra, satu ganda putri, dan satu ganda campuran.
Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Rinov Rivaldy, dan Pitha Haningtyas Mentari.
Langkah empat wakil seperti Jonatan, Ginting, Apriyani/Fadia, dan Rinov/Pitha harus terhenti di fase grup. Sementara duet ganda putra Fajar/Rian tersingkir di babak perempat final. Hanya Gregoria satu-satunya wakil yang mampu mengamankan medali.
"Saya mengapresiasi tidak hanya Gregoria tapi semua, saya mengucapkan terima kasih atas pengorbanan waktu tenaga dan pikirannya. Saya tidak melihat dari sisi kalah dan menang saja, tapi dari perspektif mereka telah," sebut Fadil.
Khusus Gregoria, Fadil yang juga menjabat sebagai Ketua Tim AdHoc Olimpiade mengungkapkan rasa syukur atas medali yang diraih. Meski menjadi satu-satunya wakil yang tersisa, Gregoria disebut telah tampil maksimal untuk memberikan yang terbaik.
"Gregoria betul-betul menunjukan semangat sebagai atlet profesional. Saya apresiasi luar biasa kepada mereka," tuntasnya.
Ini adalah catatan minor kedua tim bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade setelah London 2012 di mana tim Merah Putih tidak mampu mengamankan satu medalipun.
Pasalnya, di beberapa edisi Olimpiade sebelumnya, Indonesia selalu berhasil mempertahankan tradisi medali emas dari cabor bulutangkis.