Final BWF: Sistem Round Robin Bikin Gregoria Harus Tetap Termotivasi Seandainya Kalah Di Laga Pertama

AKURAT.CO, Menjadi pebulutangkis Indonesia dengan prestasi terbaik dalam beberapa waktu terakhir membuat Gregoria Mariska Tunjung menjadi pemain paling disorot.
Setelah menjuarai Jepang Masters dan terhenti di putaran kedua China Masters, Gregoria bersiap tampil di Final BWF. Turnamen untuk pebulutangkis delapan besar dunia tersebut bakal digelar di Hangzhou, China, 13-17 Desember 2023.
Bagi Gregoria, turnamen Final BWF berbeda dengan turnamen lain. Pasalnya, Final BWF menggunakan format round robin (grup) sementara turnamen lain menerapkan sistem gugur.
Baca Juga: Gregoria Gagal Di China Masters Setelah Juara Di Jepang, Indra Widjaja Sebut Masalah 'Telapak Kaki'
Karena menggunakan sistem gugur, kata Gregoria, pola pikir menjadi kunci untuk mempertahankan motivasi setelah kalah di pertandingan pertama.
“Kalaupun kalah, sebaik mungkin tidak dipikirkan (terlalu lama) karena besoknya masih main lagi,” kata Gregoria di Jakarta, Senin (27/11), sebagaimana dipetik dari Antara.
“Mau tidak mau harus mencari jalan keluarnya untuk bisa enjoy di setiap match.”
Gregoria sebenarnya sudah punya pengalaman di Final BWF tahun lalu. Ketika itu ia mengalahkan wakil China, Chen Yu Fei, di partai pertama namun kalah atas Akane Yamaguchi dan An Se-young di dua partai penyisihan berikutnya.
“Tahun lalu saya sudah pernah main juga dan satu grup sama An Se-young, Akane Yamaguchi, dan Chen Yu Fei,” kata Gregoria.
“Jadi buat saya, walaupun gim pertama menang, saya tetap harus fokus ke gim selanjutnya karena itu juga memengaruhi posisi kita di grup.”
Penampilan Gregoria Mariska Tunjung mengalami perkembangan mendekati akhir musim. Ia menjadi pebulutangkis Indonesia yang terakhir menjadi juara ketika meraih gelar Jepang Masters di Kumamoto, 19 November lalu.
Meski begitu, kemenangan itu dibayar dengan cedera blister (kulit terkelupas) di telapak kakinya. Menurut Pelatih Sektor Tunggal Putri PBSI, Indra Widjaja, cedera itu membuat Gregoria tersingkir di putaran kedua China Masters, pekan lalu.
“Untuk WTF (Final BWF) kami masih memiliki sekitar 20 hari. Ini bisa dipakai untuk persiapan dan pemulihan,” kata Indra Widjaja, Minggu (26/11).
“Semoga telapak kakinya sudah pulih. Harapannya pekan depan sudah normal, sehingga punya waktu dua minggu untuk persiapan penuh ke WTF.”[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia







