Transformasi PBSI Antarkan Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia ke Final
Leo Farhan | 7 Mei 2024, 14:04 WIB

AKURAT.CO Tim putra dan putri Indonesia menunjukkan penampilan menawan, di mana mereka mampu melangkah ke babak final Piala Thomas dan Uber 2024 yang berlangsung di Chengdu, China, pada pekan lalu.
Bagi Tim Piala Thomas Indonesia, laga final itu adalah penampilan ketiga beruntun mereka. Sementata bagi Tim Piala Uber Indonesia, ini adalah final pertama sejak 16 tahun silam.
Kabid Binpres PBSI, sekaligus manajer Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia, Ricky Subagja, menyebut medali perak yang didapatkan oleh tim putra dan putri ini, adalah hasil dari perjuangan yang sudah ditunjukkan skuat Cipayung.
Hasil positif dari kejuaraan bulu tangkis beregu ini, diharapkan bisa menjadi batu loncatan dan memotivasi atlet-atlet bulu tangkis Indonesia untuk mendapatkan prestasi tertinggi di Olimpiade 2024 Paris nanti.
"Hasilnya runner-up dan tentunya ini tidak mudah, perjuangan yang begitu luar biasa. Ini langkah baik, terutama di Uber yang melewati target (semifinal)," jelas Ricky di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/5) malam WIB.
"Ini merupakan perjuangan yang begitu luar biasa, sekalipun belum bisa merebut (gelar) kembali, tapi luar biasa. Mudah-mudahan ke depan dapat mencapai target besar di Olimpiade."
Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 19.40 WIB dengan menggunakan maskapai Cathay Pacific CX 179.
Turut menyambut kedatangan pejuang-pejuang bulu tangkis Tanah Air, hadir juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, yang berharap pencapaian ini bisa menjadi langkah sejarah baru di Paris nanti.
"Kita harus melihat transformasi dan progres yang sudah dilakukan PBSI. Kita berharap puncaknya nanti di Olimpiade, semoga apa yang didapat di China bisa menjadi langkah menuju sejarah baru di Paris," kata Dito dalam sambutannya.
Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia pulang dengan medali perak setelah takluk di partai final dari tuan rumah China, di mana Tim Piala Thomas Indonesia kalah 1-3, sementara Tim Piala Uber kalah 0-3.
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang mampu meraih poin atas China, di mana juara All England itu, mampu menyingkirkan Li Shifeng dengan skor akhir 21-16, 15-21, 21-17.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







