Asian Games: Wushu Meleset, Erick Thohir Tegaskan Target 4 Emas Tetap Jadi Komitmen

AKURAT.CO, Memasuki hari kelima gelaran Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus memperkuat sinergi dengan pimpinan cabang olahraga (cabor).
Langkah ini dilakukan guna memonitor capaian Kontingen Indonesia sekaligus mengevaluasi raihan medali berdasarkan target yang telah disepakati bersama sebelum keberangkatan.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Erick Thohir, menegaskan bahwa target medali Asian Games 2026 merupakan komitmen bersama yang dirumuskan secara terukur, bukan keputusan sepihak dari Kemenpora.
"Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang, dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama," kata Erick Thohir.
Baca Juga: Asian Games: Wushu Sumbang Perunggu Kedua Lewat Eugenia Diva, Indonesia Koleksi 7 Medali
"Karena itu, selama pertandingan berlangsung, kita juga harus bersama-sama melihat apakah capaian di lapangan sesuai dengan target yang sudah kita sepakati."
Erick Thohir Soroti Target Wushu dan Objektivitas Evaluasi
Hingga hari kelima, Indonesia telah mengumpulkan total sembilan medali yang terdiri dari satu medali perak dan delapan medali perunggu.
Dari hasil sementara tersebut, Kemenpora mencatat ada proyeksi yang meleset dari target awal, salah satunya dari cabor wushu.
Wushu sebelumnya diproyeksikan meraih satu medali emas melalui nomor taolu changquan putra. Namun, atlet Merah Putih yang diwakili Seraf Naro Siregar harus puas mengamankan medali perunggu di akhir laga.
"Untuk wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal," ungkap Erick.
Menpora menekankan bahwa proses evaluasi ini dilakukan secara objektif tanpa mencari siapa yang salah, melainkan mencari solusi perbaikan bagi pembinaan olahraga nasional.
"Target itu bukan sekadar angka di atas kertas, tapi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








