Akurat Logo

Dari Puncak Gunung ke Lintasan Lari, Anggi Wahyuda Sukses Finis 'Half Marathon' Perdana dengan Satu Kaki!

Dian Eko Prasetio | 21 September 2026, 18:33 WIB
Dari Puncak Gunung ke Lintasan Lari, Anggi Wahyuda Sukses Finis 'Half Marathon' Perdana dengan Satu Kaki!
Pelari difabel, Anggi Wahyuda (dua kanan), sukses menuntaskan tantangan Half Marathon (21,1 km) pertamanya di ajang Garmin Run 2026 di kawasan ICE BSD, Tangerang, Minggu (20/9/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio.

AKURAT.CO, Ajang lari bergengsi Garmin Run 2026 yang diselenggarakan di kawasan ICE BSD, Tangerang, Minggu (20/9/2026), tak hanya mencatatkan rekor dengan diikuti lebih dari 8.000 pelari.

Di balik riuhnya ribuan langkah kaki yang memadati lintasan, terselip kisah inspiratif yang menjadi panggung pembuktian semangat inklusivitas tanpa batas.

Sorotan utama di lintasan tahun ini tertuju pada sosok Anggi Wahyuda, seorang pelari difabel yang sukses menuntaskan tantangan Half Marathon (21,1 km) pertamanya (virgin HM).

Bagi komunitas pecinta alam, nama Anggi Wahyuda sejatinya sudah tak asing lagi. Pria asal Binjai, Sumatera Utara, ini lebih dulu dikenal luas sebagai pendaki gunung disabilitas yang tangguh.

Baca Juga: Garmin Run Indonesia 2026 Satukan 8.000 Pelari, Usung Semangat Inklusif dan Ramah Lingkungan

Meski harus kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan pada 2015, keterbatasan fisik terbukti bukan penghalang baginya.

Sejak aktif mendaki pada 2020, Anggi tercatat telah menaklukkan lebih dari 30 gunung hanya dengan mengandalkan satu kaki dan sepasang tongkat. Bahkan, empat dari Seven Summits Indonesia (tujuh puncak tertinggi di Indonesia) sudah berhasil ia pijak.

Kini, semangat pantang menyerah itu ia bawa turun dari ketinggian gunung menuju kerasnya aspal lintasan lari.

Jadi "Icon Inclusivity" dan Andalkan "Running Science" Garmin

Seiring naiknya status Garmin Run menjadi bagian dari panggung global Garmin Run Marathon Series, Anggi didapuk sebagai #TeamGarmin sekaligus Icon Inclusivity Garmin Run Marathon Series - Indonesia 2026.

Pencapaian fantastis menuntaskan lari 21,1 kilometer ini tak lepas dari tekad baja serta pendampingan intensif dari Coach Garmin Run Club, Roy Putranto.

Bersama sang pelatih, Anggi memanfaatkan presisi ekosistem running science Garmin untuk memantau performa, kondisi kebugaran, hingga merancang strategi lari yang presisi dan aman bagi kondisi fisiknya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.