Akurat Logo

Asian Games: Minim Dukungan Pemerintah, Teqball Indonesia Cetak Sejarah dengan Capaian Perak dan Perunggu

Dian Eko Prasetio | 21 September 2026, 14:57 WIB
Asian Games: Minim Dukungan Pemerintah, Teqball Indonesia Cetak Sejarah dengan Capaian Perak dan Perunggu
Menpora Erick Thohir dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari saat memberikan semangat kepada atlet teqball Indonesia Sumaya yang kalah dari atlet Myanmar Wai Khin Hnin pada final Asian Games 2026 di Aichi, Jepang, Minggu (20/9/2026). ANTARA/Fauzan.

AKURAT.CO, Cabang olahraga (cabor) teqball sukses mencatatkan prestasi monumental pada penampilan perdananya di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Meskipun harus berjuang dengan keterbatasan dukungan dan biaya mandiri, teqball Indonesia berhasil menyumbangkan satu medali perak dan satu medali perunggu bagi kontingen Merah Putih di Jepang.

Capaian di Asian Games kali ini terbilang luar biasa mengingat teqball merupakan olahraga baru asal Hungaria yang belum lama berkembang di Tanah Air. Cabor ini bahkan menjadi penyumbang medali perak pertama bagi Kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya.

Medali perak pertama bagi Indonesia di Asian Games dipersembahkan oleh atlet teqball putri, Sumaya, di nomor women's singles. Sementara satu medali perunggu lahir melalui aksi ciamik Yoga Ardika Putra di nomor Men's Singles.

Baca Juga: Asian Games 2026: Sumaya Cetak Sejarah di Jepang, Cabor Teqball Sumbang Medali Perak Pertama Indonesia

Bahkan, teqball nyaris menambah pundi-pundi perolehan medali melalui ganda putra Husni Uba/La Ode Mardan M. Sayang, langkah mereka terhenti setelah berjuang keras hingga tunduk 1-2 dari pasangan Kuwait, Basel/Al Qattan Abdulwahab.

Teqball Indonesia Modal Mandiri dan Skuad Minimalis di Asian Games Aichi-Nagoya

Prestasi manis ini diraih di tengah berbagai keterbatasan. Timnas Teqball Indonesia bentukan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (PP POTSI) berangkat dengan materi pemain sangat minim, hanya diperkuat empat atlet di bawah asuhan pelatih asal Hungaria, Gabriella Kota.

Tak hanya itu, seluruh pemusatan latihan nasional (pelatnas) jelang keberangkatan ke Jepang harus ditanggung secara mandiri oleh pihak federasi tanpa sokongan maksimal dari pemerintah.

Ketua Umum PP POTSI, Calvin Legawa, menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap potensi besar yang dimiliki oleh para atlet teqball Indonesia. Menurutnya, hasil yang diraih bisa jauh lebih maksimal jika mendapatkan sokongan penuh.

"Sayangnya, kita kurang mendapat dukungan dari pemerintah. Jadi, kita hanya mampu mendulang satu perak dan satu perunggu," kata Calvin, Minggu (20/9/2026).

Kendati demikian, Calvin tetap mengapresiasi tinggi perjuangan para atlet yang sukses mengukir sejarah di panggung multievent terbesar se-Asia tersebut. Ia menilai pencapaian di Aichi-Nagoya harus dijadikan fondasi penting untuk pembinaan teqball ke depan.

"Ini sebuah pencapaian, artinya sejarah juga buat teqball Indonesia. Untuk pertama kali debut di Asian Games, kita berhasil membawa pulang medali," ujar Calvin.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.