Akurat Logo

Bersiap Untuk Olimpiade 2032, PBVSI Kebut Proses Naturalisasi 4 Pevoli Brasil

Dian Eko Prasetio | 16 Maret 2026, 18:27 WIB
Bersiap Untuk Olimpiade 2032, PBVSI Kebut Proses Naturalisasi 4 Pevoli Brasil
Timnas Voli Putra Indonesia Junior (merah-putih) dalam salah satu pertandingan.

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) bergerak cepat mematangkan proyek strategis menuju Olimpiade Brisbane 2032. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mempercepat proses naturalisasi empat atlet muda berbakat asal Brasil.

Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengonfirmasi bahwa saat ini federasi tengah merapikan dokumen administratif sebelum membawa usulan tersebut ke meja pemerintah.

"Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua pemain putra dan dua pemain putri. Sekarang kami lagi proses mempersiapkan administrasi," kata Imam melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co, Senin (16/3).

Langkah PBVSI tidak berhenti di level internal. Imam menjadwalkan pertemuan khusus dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, untuk membahas lampu hijau bagi para pemain impor tersebut.

Setelah koordinasi dengan Kemenpora rampung, proses akan berlanjut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mendapatkan persetujuan sesuai mekanisme undang-undang.

"Setelah Lebaran saya akan bertemu dengan beliau (Menpora). Kalau sudah clear, kita bisa mempersiapkan administrasi, tentu langkah berikutnya adalah kita ke DPR," tambah Imam.

Berbeda dengan proyek naturalisasi di beberapa cabang olahraga lain yang mengejar prestasi jangka pendek, PBVSI menegaskan bahwa empat pemain Brasil yang dibidik masih berusia sangat muda, yakni 17 tahun. Hal ini dilakukan agar mereka bisa menjadi investasi jangka panjang bagi Merah Putih.

​Imam memaparkan dua alasan utama di balik kebijakan ini. Pertama adalah akselerasi prestasi untuk mempersiapkan skuat tangguh demi menembus kualifikasi Olimpiade Brisbane 2032.

Selanjutnya adalah untuk menciptakan atmosfer kompetitif dan memacu motivasi atlet lokal agar level permainan nasional terkerek naik.

Meski mendatangkan jasa pemain asing, Imam menjamin bahwa jalur prestasi bagi atlet lokal tidak akan tertutup. Ia menekankan adanya "persentase" dan regulasi ketat agar kehadiran pemain naturalisasi tidak mematikan karier talenta dalam negeri.

"Kami juga tidak ingin mematikan atlet nasional. Tidak boleh. Kita boleh melakukan naturalisasi, tetapi juga harus ada persentasenya," tegasnya.

Sebagai bukti komitmen pada pembinaan, PBVSI tetap menjalankan program tim Jakarta Garuda Jaya serta pengiriman tim kelompok usia junior ke berbagai ajang internasional.

Selain pemain, PBVSI juga berencana mendatangkan pelatih tambahan dari Brasil untuk memperkuat staf kepelatihan tim putra Indonesia guna menghadapi padatnya kalender internasional tahun ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.