Dinonaktifkan dari Timnas Panjat Tebing, Hendra Basir Pilih Fokus Urus Keluarga

AKURAT.CO Nama Hendra Basir mendadak jadi perbincangan hangat di jagat olahraga Tanah Air. Mantan pelatih kepala tim nasional panjat tebing Indonesia ini, memilih menanggapi tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepadanya dengan kepala dingin.
Saat dihubungi oleh tim redaksi Akurat.co, sosok yang sukses membawa panjat tebing Indonesia ke level dunia ini mengaku masih belum mengetahui secara detail mengenai titik berat tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia pun memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh.
"Sebaiknya isu itu ditanyakan saja ke delapan atlet itu, karena sampai saat ini saya masih belum tahu jelas terhadap tuduhan tersebut," kata Hendra melalui pesan singkat kepada Akurat.co, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Komitmen Berantas Pelecehan Seksual di Kampus
Alih-alih merasa reaktif atau balik menyerang, Hendra justru terlihat lebih tenang. Bagi pria yang telah bertahun-tahun menghabiskan waktunya di dinding panjat ini, ada prioritas lain yang kini lebih mendesak untuk dia urus, yaitu keluarga.
Hendra mengungkapkan bahwa momen penonaktifan ini akan dia manfaatkan sebagai penebusan waktu yang hilang untuk keluarga. Selama menjabat sebagai pelatih timnas, waktu untuk anak dan istri seringkali terpinggirkan demi mengejar prestasi Merah Putih di kancah internasional.
"Saya saat ini fokus sama keluarga. Saya ingin mengganti waktu saya yang hilang selama menangani timnas selama ini," ungkapnya.
Saat disinggung mengenai kemungkinan menempuh langkah hukum terkait pencemaran nama baik jika tuduhan tersebut tidak terbukti, Hendra malah menunjukkan sisi kebesaran hati seorang pelatih.
Jika memang gaya kepelatihannya atau pendekatan personalnya yang dianggap salah oleh para atlet, dia siap menanggung segala konsekuensi maupun sanksi moral yang ada. "Kalau pendekatan saya salah terhadap atlet, saya siap menerima konsekuensinya. Kalau ternyata tidak terbukti, ya saya maafkan saja," tutur Hendra.
Baca Juga: Kejaksaan Spanyol Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Julio Iglesias
Ternyata ada alasan khusus di balik keputusannya untuk memaafkan. Hendra sangat memahami betul betapa beratnya beban seorang atlet profesional. Dia tidak ingin menambah beban mental dengan urusan di meja hijau.
"Kasihan mereka, energi buat berlatih dan bertanding saja sudah terkuras," tambah Hendra.
Baginya, masa depan prestasi panjat tebing Indonesia tetap menjadi hal yang lebih penting daripada ego pribadi. Dia memilih untuk menutup babak ini dengan ketenangan, sembari menyerahkan proses penilaian sepenuhnya kepada federasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







