Laporan langsung Akurat.co dari SEA Games Thailand 2025 didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
AKURAT.CO, Sejumlah persoalan logistik, akomodasi, hingga layanan konsumsi mewarnai hari-hari awal penyelenggaraan SEA Games ke-33 Thailand 2025.
Komite penyelenggara SEA Games Thailand menjanjikan langkah perbaikan cepat menyusul meningkatnya keluhan dari kontingen peserta.
Mengutip laporan The Nation, Ketua Kontingen Thailand, Thana Chaiprasit, menggelar pertemuan dengan utusan dari sepuluh negara untuk membahas berbagai kendala yang muncul sejak kedatangan atlet dan ofisial di Bangkok.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah arus lebih dari sepuluh ribu peserta dari seluruh Asia Tenggara yang mulai menempati wisma atlet. Keluhan terbesar datang dari aspek transportasi.
Sejumlah tim dikabarkan harus menunggu hingga enam jam di Bandara Suvarnabhumi sebelum mendapatkan kendaraan menuju penginapan, menyebabkan mereka terlambat mengikuti upacara pengibaran bendera.
Selain itu, jumlah bus antar-jemput menuju lokasi latihan dinilai belum memadai, sehingga mengganggu jadwal persiapan harian para atlet.
Layanan konsumsi juga menjadi sorotan. Kotak makan siang menuai kritik terkait variasi dan kualitas sajian, mendorong permintaan agar sistem pelayanan diubah menjadi prasmanan.
Negara dengan kebutuhan konsumsi halal seperti Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Timor Leste turut meminta penyediaan menu halal sepenuhnya setelah muncul laporan adanya campuran bahan yang membuat atlet ragu mengonsumsi makanan hotel.
Masalah lain yang juga dilaporkan adalah miskomunikasi terkait pengaturan akomodasi atlet, mulai penempatan kamar hingga koordinasi antarpetugas lapangan.
Tak hanya kontingen peserta, kalangan media pun menghadapi kendala serupa. Sejumlah jurnalis, termasuk dari Indonesia, dilaporkan belum menerima ID akreditasi peliputan.
Hal ini membuat mereka kesulitan mengakses venue dan pusat informasi, seperti yang dialami fotografer Akurat.co, Sopian.
Pihak penyelenggara hingga kini juga belum bisa memberikan kepastian mengenai langkah penanganan persoalan tersebut.
"Saya belum dapat ID akreditasi untuk peliputan, padahal berkas-berkas yang dikirim sudah dari beberapa bulan lalu. Besok saya rencananya akan kembali ke sana (National Broadcasting Services of Thailand) untuk menanyakan solusinya," kata Sopian.
Seluruh laporan sudah disampaikan kepada dua Deputi Gubernur Sports Authority of Thailand, Preecha Laloon dan Meechai Inwood, yang kemudian menginstruksikan agar perbaikan dilakukan tanpa penundaan.
Thana menegaskan bahwa setelah upacara pembukaan pada 9 Desember dan dimulainya perebutan medali sehari setelahnya, panitia akan menempatkan petugas khusus di sejumlah titik strategis untuk bekerja langsung dengan tim peserta.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan penyelenggaraan berjalan lebih lancar dan meminimalkan potensi masalah lanjutan.