Milklife Archery Challenge 2024 Jadi Saksi Lahirnya Bibit-bibit Atlet Panahan Potensial

AKURAT.CO, Kejuaraan MilkLife Archery Challenge 2024 yang berlangsung mulai dari 22-25 Agustus di Stadion Supersoccer Arena, Kudus, menjadi saksi lahirnya bibit-bibit atlet panahan potensial.
Tak kurang dari 357 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) beradu kemampuan melepaskan anak panah untuk keluar sebagai yang terbaik.
Legenda Panahan Indonesia, Lilies Handayani, bangga dengan torehan prestasi yang dicapai peserta dalam MilkLife Archery Challenge 2024 ini.
Baca Juga: Semarang Jadi Kota Penutup Turnamen Sepakbola Putri Usia Dini Milklife Soccer Challenge
Ratusan pelajar yang ambil bagian dalam turnamen ini merupakan angin segar untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga panahan Indonesia di panggung dunia pada masa mendatang.
"Saya optimistis, dari ratusan peserta ini pasti ada yang bisa jadi atlet profesional dan menembus Pelatnas untuk membela Indonesia di kejuaraan level dunia," kata Lilies, Minggu (25/8).
"Saya akan sangat Ikhlas dan bersyukur bila ada yang bisa melewati prestasi saya di Olimpiade, 36 tahun yang lalu."
Sementara itu Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan kejuaraan ini dihadirkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya di level pelajar terhadap cabang olahraga panahan.
Baca Juga: MilkLife Athletics Challenge 2024 Ajang Scouting Bibit-bibit Potensial Cabor Atletik
Setelah sepakbola putri dan atletik, Yoppy mengapresiasi tingginya antuasiasme peserta pada gelaran perdana turnamen panahan ini.
"Kami melihat olahraga ini memiliki potensi untuk mendulang prestasi di level dunia. Meski baru pertama kali, kami bersyukur antusiasme dari guru maupun peserta cukup baik dan melebihi ekspektasi," jelas Yoppy.
"Semoga ini menjadi angin segar yang bisa dikembangkan ke depannya baik dari sisi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi."
Di level provinsi, prestasi panahan Kudus masih berada di bawah Solo dan Semarang. Yoppy berharap digelarnya MilkLife Archery Challenge akan memunculkan bibit-bibit potensial yang bisa membawa Kota Kudus menorehkan prestasi yang lebih tinggi.
"Kami menyiapkan kaderisasi pemanah Kudus secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga bisa menembus tiga besar di provinsi, lalu lanjut ke tingkat nasional," jelasnya.
"Target utama kami, Kudus bisa memiliki regenerasi pemanah handal. Karena Solo dan Semarang sudah berpuluh-puluh tahun berada di tiga besar tingkat Jawa Tengah."
Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menuturkan bahwa dukungan ini bisa menjadi dorongan semangat bagi para pemangku kepentingan di cabang olahraga panahan untuk meningkatkan prestasi.
Ia optimistis, kegiatan-kegiatan yang memasyarakatkan olahraga panahan seperti ini akan berdampak positif terhadap lahirnya atlet-atlet yang kelak membela Indonesia.
"Selama ini, Jawa Tengah merupakan barometer bagi olahraga panahan. Itu terlihat di tahun lalu jumlah atlet yang menghuni Pelatnas, ada enam dari Jateng," kata Abdul Razak.
"Kami berharap, suplai atlet dari Jateng ke Pelatnas semakin meningkat yang akan mendorong prestasi cabang olahraga ini di level dunia. Untuk itu, kami meminta kepada penyelenggara agar kegiatan ini rutin diadakan."
Para peserta terbagi dalam tiga nomor yang dipertandingkan yakni PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) untuk KU 12, baik putra dan putri.
Tak hanya aduan perorangan, MilkLife Archery Challenge 2024 sekaligus mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









