Olimpiade Paris: Emas Veddriq dan Rizki Buktikan Indonesia Bisa Saingi AS dan China

AKURAT.CO, Dalam waktu satu hari, Indonesia berhasil meraih dua medali emas sekaligus di Olimpiade Paris 2024. Sekaligus membuat peringkat Merah Putih di klasemen perolehan medali langsung melejit ke posisi 28 dari sebelumnya di peringkat 46.
Emas pertama di Olimpiade Paris disumbangkan cabor panjat tebing nomor speed putra lewat Veddriq Leonardo.
Veddriq Leonardo mencatatkan waktu terbaik 4,75 detik pada laga final melawan wakil China, Wu Peng, yang berlangsung di Le Bourget Sport Climbing Venue, Paris, Kamis (8/8) malam WIB.
Masih di hari yang sama, emas kedua untuk Indonesia hadir di cabor angkat besi. Adalah Rizki Juniansyah yang berhasil menambah isi pundi medali bagi Merah Putih setelah keluar sebagai yang terbaik di kelas 73 kilogram putra.
Baca Juga: Klasemen Medali Olimpiade Paris: Emas dari Rizki Juniansyah Naikkan Indonesia ke Posisi 28
Lifter berusia 21 tahun itu mampu mencatatkan total 354 kilogram dengan rincian snatch 155 kilogram serta clean and jerk 199 kilogram. Adapun angkatan clean and jerk miliknya sekaligus mencatatkan rekor Olimpiade.
"Terima kasih sekali kita bisa mendapatkan dua medali emas, dan ini kali pertama emas di luar badminton," kata Chef De Mission Tim Indonesia untuk Olimpiade Paris, Anindya Bakrie, di Paris, Prancis, Jumat (9/8).
"Ini menandakan Indonesia bisa bersaing dengan siapapun, termasuk China dan Amerika Serikat. Bangga dengan Veddriq dan Rizki. Ini kerja keras tim juga sebagai kado ulang tahun Indonesia ke-79."
Sejak Indonesia mengikuti olimpiade pertama di Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia, total atlet Indonesia sudah mengoleksi 40 medali dan sepuluh di antaranya medali emas.
Medali pertama diraih pada Olimpiade Seoul 1988. Yakni medali perak lewat tiga srikandi panahan, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani. Indonesia ketika itu berakhir di peringkat 36.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Wow! Rizki Juniansyah Sumbang Emas Kedua untuk Indonesia Plus Pecah Rekor!
Emas pertama diraih pada Olimpiade 1992 Barcelona dan langsung dua medali emas melalui cabor bulutangkis nomor tunggal putra lewat Alan Budi Kusuma serta nomor tunggal putri lewat Susi Susanti. Indonesia kala itu total meraih dua emas, dua perak, satu perunggu untuk menempati peringkat 24 klasemen medali.
Kemudian tradisi medali emas Indonesia selalu terjaga mulai Atalanta 1996 di peringkat 41 dengan satu emas, satu perak, dua perunggu. Di Olimpiade Sydney 2000 di peringkat 38 dengan satu emas, tiga perak, dua perunggu.
Pada penampilan Tim Indonesia di Olimpiade Athena 2004 berada di peringkat 48 dengan satu emas, satu perak, dua perunggu. Olimpiade Beijing 2008 di peringkat 40 dengan satu emas, satu perak, empat perunggu.
Olimpiade London 2012 Indonesia belum berhasil menjaga tradisi emas hanya meraih dua perak dan satu perunggu di peringkat 60.
Tradisi emas kembali terjaga pada Olimpiade Rio 2016 di peringkat 46 dengan satu emas, dua perak. Olimpiade Tokyo 2020 di peringkat 55 dengan 1 emas, 1 perak, 3 perunggu.
"Bersyukur Indonesia peringkatnya melesat di klasemen. Ini kerja keras semua pihak. Sekali lagi terima kasih lagu Indonesia Raya bisa berkumandang dua kali. Terakhir kali 32 tahun lalu pada Olimpiade Barcelona 1992," kata Anindya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









