Akurat

Olimpiade Paris: Setelah 100 Tahun, Kampung Atlet Kembali ke Tempat Asalnya

Badri | 25 Juli 2024, 17:32 WIB
Olimpiade Paris: Setelah 100 Tahun, Kampung Atlet Kembali ke Tempat Asalnya

AKURAT.CO, Paris adalah pelopor tempat tinggal atlet peserta olimpiade yang kini dikenal dengan istilah athlete village atau kampung atlet. Seratus tahun sejak kampung atlet diperkenalkan di Olimpiade Paris 1924, kini pesta olahraga kembali ke kota itu.

Selisih 100 tahun jelas membuat kampung atlet Olimpiade Paris 2024 jauh berbeda dengan edisi 1924. Pada 1924, kampung atlet hanyalah rumah-rumah kabin yang terbuat dari papan yang terletak tak jauh dari arena pertandingan.

Kampung Atlet Olimpiade Paris 2024 terletak di wilayah administrasi Seine Saint Denis yang berada di sekitar Sungai Seine di Kota Paris. Terbagi di tiga tempat, yakni Saint-Dennis, Saint Oune, dan L’Ile-Saint-Denis.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Jelang Masuk Kampung Atlet, Lalu Zohri dalam Tahap Pemulihan Tubuh

Kampung atlet yang terdiri dari beberapa bangunan bertingkat di lahan seluas 53 hektar ini akan menampung 14.250 atlet selama Olimpiade Paris.

Kemudian sebanyak 8.000 atlet saat Paralimpiade Paris yang bakal digelar pada 28 Agustus–8 September 2024.

Dalam dua perhelatan itu, lebih dari 60 ribu porsi makanan akan disajikan untuk atlet dan ofisial yang tinggal di kampung atlet.

Penyelenggara juga menyiapkan kampung atlet ini sebagai hunian selepas pesta olahraga terakbar di dunia tahun ini selesai. Kampung atlet bisa digunakan untuk perkantoran dengan 6.000 pekerja dan hunian berkapasitas 6.000 orang.

“Kampung ini disiapkan untuk menjadi pemukiman, sebuah pemukiman yang akan punya kehidupan setelah (perhelatan),” kata Direktur Keberlangsungan Olimpiade Paris, Georgina Grenon, sebagaimana dipetik dari CNN.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Pebulutangkis Jajal Venue Pertandingan Malam Ini, Masuk Kampung Atlet 23 Juli

Hal lain adalah Prancis berkomitmen menjadikan kampung atlet Olimpiade Paris sebagai proyek percontohan pemukiman ramah lingkungan. Di antaranya dengan menggunakan materi daur ulang dan kayu untuk bangunannya.

Untuk Olimpiade dan Paralimpiade Paris saja, para atlet yang tinggal disana tidak mendapatkan pendingin ruangan. Penyelenggara menggunakan pendingin geotermal yang bersumber dari sumur-sumur.

Tempat tidur di dalam kamar pun juga dibuat dari kertas kardus tebal. Bahan tersebut sebenarnya pernah digunakan di Olimpiade Tokyo 2020 yang diselenggarakan pada 2020.

Ada gurauan di antara atlet bahwa tempat tidur yang terbuat dari kardus tersebut tidak cukup kuat digunakan bagi atlet untuk berhubungan seksual.

Namun, sejumlah atlet dari Inggris menunjukkan bahwa tempat tidur yang bakal mereka tempati selama Olimpiade Paris cukup kokoh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H