Akurat

Logo dan Maskot Peparnas XVII Resmi diperkenalkan di Solo, Kental Nuansa Jawa

Leo Farhan | 18 Juli 2024, 16:31 WIB
Logo dan Maskot Peparnas XVII Resmi diperkenalkan di Solo, Kental Nuansa Jawa
 
 
AKURAT.CO, Logo dan maskot Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 yang akan berlangsung di Kota Solo, pada 6-13 Oktober 2024, resmi diperkenalkan pada Kamis (18/7).
 
Kerbau Bule Kiai Slamet akan menjadi maskot untuk Peparnas yang merupakan event nasional olahraga bagi atlet disabilitas yang berlangsung di kota Surakarta dan sekitarnya ini dengan mempertandingkan 14 cabang olahraga.
 
Maskot Peparnas terinsipirasi dari kebo bule atau disebut Kyai Slamet yang merupakan hewan istimewa dalam tradisi di Keraton Surakarta Hadiningrat. Hewan ini menjadi simbol utama dalam upacara malam 1 Sura.
 
 
Nama Slamet yang dalam Bahasa Jawa diartikan selamat atau aman melambangkan keselamatan dan perlindungan. Pada logo tersebut, Slamet menggunakan busana kesatria Surakarta dengan kain motif parang yang bermakna kekuatan dan pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan.
 
Slamet juga menggunakan blangkon dan samir berwarna merah kuning khas Keraton Surakarta Hadiningrat yang melambangkan penolak bala agar terhindar dari marabahaya.
 
Sementara itu, logo Peparnas XVII 2024 terdiri dari dua simbol, yaitu Burung Perkutut dan Keris Jawa. Burung Perkutut melambangkan damai, mapan, dan bahagia. Sedangkan Keris Jawa lambang berani, pahlawan, dan perkasa.
 
 
Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan, simbol di maskot Peparnas ini ada benang merahnya dari event sebelumnya, yakni ASEAN Para Games yang belum lama ini juga berlangsung di Kota Solo.
 
Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini berharap event nasional Peparnas bisa menggairahkan berbagai sektor yang ada di Kota Bengawan. Tak hanya di Kota Solo yang kecipratan berkahnya, namun juga sampai ke kabupaten tetangga lainnya bisa ikut berdampak positif atas hadirnya event ini.
 
"Kami memang menyelipkan nilai kebudayaan di dalamnya. Harapan kami event ini bisa berdampak pada perekonomian masyarakat di Kota Solo," kata Gibran di Solo, Kamis (18/7).
 
"Sebenarnya waktunya mepet, namun berkat dorongan dari ketua NPC, Menpora dan seluruh masyarakat, ini membuat kami optimis event di Solo ini bisa berhasil. Solo walaupun kotanya kecil, sudah biasa menggelar event besar dan ramah dengan disabilitas juga fasilitasnya."
 
"Mengingat event ini akan dihadiri sekitar 5000 atlet kami optimis, hotel akan ramai, penerbangan ikut kena imbas positifnya, dan juga beberapa perekonomian UMKM warga juga ikut terdongkrak," harap Gibran.
 
Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengaku sangat optimistis ajang Peparnas nantinya bisa jadi ruang untuk para atlet non pelatnas untuk unjuk gigi.
 
"Harapan kami kedepannya banyak atlet potensial bisa bergabung dalam pelatnas, yang mana nantinya akan dipusatkan di Training Center yang tengah dibangun di Karanganyar," ucapnya.
 
Seperti diketahui juga, Indonesia aktif menerjunkan atlet di ajang internasional, seperti ASEAN Para Games, Asian Para Games, dan juga Paralimpiade.
 
"Jadi kami optimistis akan mendapatkan banyak atlet nasional yang sangat potensial dari ajang PEPARNAS, yang nantinya bisa ikut bergabung dalam pelatnas. Karena target kami juga ingin kembali jadi juara umum di ajang ASEAN Para Games" ucapnya.
 
Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, menjelaskan seharusnya Peparnas 2024 digelar di kota yang sama dengan Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun, karena suatu hal Peparnas tidak tidak dilangsungkan di Sumatera Utara dan dipindahkan ke Kota Solo.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H