Coba Kembali ke Papan Atas, Ini Petinju yang Mungkin Dihadapi Joshua Selanjutnya

AKURAT.CO - Anthony Joshua, perlahan-lahan mulai kembali naik ke daftar petinju kelas berat papan atas, dan mulai mengincar lawan berikutnya.
Sejak kekalahan beruntun melawan Oleksandr Usyk, petinju asal Inggris tersebut telah mengalahkan Jermain Franklin dan meraih kemenangan KO atas Robert Helenius.
Joshua seharusnya menghadapi Dillian Whyte, tetapi kompatriotnya itu gagal dalam tes kesehatan. Sementara, pertarungan yang dinantikan melawan Tyson Fury selalu gagal.
Meski begitu, ada banyak opsi pertarungan yang tersedia untuk Joshua.
Tapi, itu tergantung pada apa yang dia dan Eddie Hearn yakini sebagai pertarungan terbaik untuk mantan juara Olimpide tersebut.
Petinju 33 tahun itu terakhir tampil pada bulan Agustus lalu ketika mengalahkan Helenius di ronde ketujuh. Kesepakatan masih berjalan untuk mencari lawan baru bagi Joshua.
Dikutip laman Talksport, Deontay Wilder adalah kandidat teratas untuk melawan Joshua, dan negosiasi sendiri sudah berjalan selama beberapa waktu.
Walau Wilder adalah target utama, tetapi ada opsi lain yang bisa dipilih Joshua. Dia bisa menghadapi Filip Hrgovic daripada Wilder menyusul pertarungan Fury vs Usyk.
Pasalnya, IBF memutuskan bahwa pemenang laga antara Fury vs Usyk harus segera menghadapi Hrgovic.
Namun, Fury dan Usyk memiliki klausul pertandingan ulang, yang berarti bentrok melawan petinju Kroasia itu hampir mustahil.
Jadi jika Joshua gagal menghadapi salah satu antara Wilder dan Hrgovic, siapa lagi petinju yang kemungkinan bisa menjadi lawannya?
Petinju tangguh asal China, Zhilei Zhang bisa menjadi pilihan berikutnya yang baru saja berturut-turut mengalahkan Joe Joyce untuk menaikan peringkatnya.
Mereka sudah pernah saling berhadapan sebagai petinju amatir di Olimpiade 2012, Eddie Hearn bahkan menilai pertarungan ini akan sangat menarik.
"AJ selalu menyukai pertarungan itu, dia mengalahkannya di level amatir, itu pertarungan yang bagus," kata Hearn dikutip laman Talksport.
"Kami ingin membuat pertarungan (dengan) Deontay Wilder. Pertarungan Zhang lebih mudah (direalisasikan), namun tetap berbahaya. (Tapi) kenapa tidak?"
Joshua sendiri berharap bisa mengahdapi Wilder di Arab Saudi awal tahun depan. Di mana rencananya laga tersebut akan dilangsungkan pada Januari 2024.
Namun, masih belum jelas apakah hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan yang dilakukan Arab Saudi dalam menyelenggarakan acara olahraga.
Tetapi, sang promotor punya pemikiran berbeda dengan mengungkapkan bahwa rencananya Joshua akan bertarungan pada Februari atau Maret 2024 di lokasi lain.
"Kami setuju, Wilder setuju, sekarang kami sedang berbicara dengan penyelenggara lain tentang pertarungan pada bulan Februari atau Maret, dan itu masih rencananya," kata Hearn.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








