Akurat Logo

Atlet Rusia dan Belarusia Akhirnya Dilarang Ikut Paralimpiade Musim Dingin

Riandar Fata Hudaya | 3 Maret 2022, 16:15 WIB
Atlet Rusia dan Belarusia Akhirnya Dilarang Ikut Paralimpiade Musim Dingin

AKURAT.CO, Komite Paralimpiade Internasional (IPC) akhirnya mengubah keputusan mereka soal partisipasi atlet Rusia dan Belarusia di Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022. IPC akhirnya melarang sama sekali atlet Rusia dan Belarusia turun di Paralimpiade Beijing 2022.

Pada Rabu (2/3), IPC mengumumkan bahwa atlet dari Rusia dan Belarusia tetap diizinkan bertanding di Paralimpiade Musim Dingin meski dengan bendera netral. Namun, tekanan dari sejumlah pihak membuat IPC berbalik arah dengan tidak memberikan izin untuk wakil Rusia dan Belarusia.

“Ketika mengambil keputusan kemarin, kami melihat pada kesehatan dan kebertahanan jangka panjang gerakan paralimpiade. Kami sangat berbangga dengan prinsip dan nilai yang telah menciptakan gerakan sebagaimana yang ada hari ini,” kata Presiden IPC, Andrew Parsons, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Bagaimanapun, yang jelas adalah bahwa memanasnya situasi secara cepat saat ini menempatkan kami dalam posisi yang khusus dan tidak mungkin dengan semakin dekatnya pembukaan perhelatan. Kemarin kami bilang kami bakal terus mendengar, dan ini yang kami lakukan.”

Menurut Parson, larangan ini mengakibatkan setidaknya ada sekitar 83 atlet dari Rusia dan Belarusia yang tidak bisa berpartisipasi. IPC harus mengambil keputusan ini karena jika Rusia dan Belarusia tetap diberikan izin maka akan lebih banyak lagi negara yang bakal menolak untuk turun di Paralimpiade Musim Dingin.

“Dalam 12 jam terakhir, sejumlah besar anggota menghubungi kami dan sangat terbuka, dan saya bersyukur karenanya. Mereka bilang kepada kami, jika kami tidak mempertimbangkan ulang keputusan kami (mengizinkan atlet Rusia dan Belarusia), sangat mungkin ada konsekuensi matinya Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022,” kata Parson.

Pun demikian, Parson memahami posisi atlet Belarusia dan Rusia. Ia meminta maaf terhadap atlet atas larangan partisipasi mereka pada perhelatan yang digelar di Beijing, China, 4-13 Maret itu.

“Untuk para atlet dari negara-negara terdampak, kami minta maaf bahwa Anda terdampak atas keputusan yang diambil oleh pemerintah Anda pada pekan lalu yang melanggara Olympic Truce (kesepakatan gencatan senjata). Anda adalah korban dari pemerintahan Anda,” ucap Parson.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.