Eko Yuli Irawan: Ini Last Olympic, Saya Mau Pulihkan Lutut Dulu 3 Bulan ke Depan

AKURAT.CO, Eko Yuli Irawan memastikan diri lolos ke Olimpiade Paris 2024. Ini bakal menjadi penampilan kelima atlet asal Metro, Lampung, itu tampil di ajang olimpiade.
Eko lolos setelah tampil di ajang International Weightlifting World Cup 2024 di Phuket, Thailand, Selasa (2/4). Dia berhasil menyelesailan angkatan snatch 133 kilogram untuk tiket ke Paris.
Hasil itu dicatatkannya pada angkatan pertama. Namun dia tidak menyelesaikan angkatan clean and jerk pada kesempatan kedua dan ketiga karena masalah cedera lutut yang dialaminya belum sembuh 100 persen.
"Ini last olympic buat saya kalau melihat persaingannya sekarang. Saya mau pulih dulu lututnya, mau berusaha sembuh dulu masih ada tiga bulan ke depan," jelas Eko Yuli Irawan saat dihubungi Akurat.co, Selasa (2/4).
Baca Juga: Sejarah! Eko Yuli Rebut Tiket Olimpiade Paris, Partisipasi Kelima Beruntun
"Recovery lutut bisa selesai supaya nanti di Paris 2024 bisa main lebih lepas dan maksimal supaya hasilnya juga bisa maksimal."
Hasil di Phuket sudah cukup bagi Eko untuk berada di urutan ketiga Olympic Qualification Ranking dengan total angkatan 300 kilogram. Catatan ini diraih Eko saat tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi (IWF World Weightlifting Champhionship) di Bogota, Kolombia, 2022 lalu.
Untuk bisa lolos ke Olimpiade, Eko juga harus mengalahkan kompatriotnya, Ricko Saputra, yang sebenarnya juga masuk dalam daftar lifter yang lolos dengan mengemas total angkatan 298 kilogram.
Namun, aturan di IWF (International Weightlifthing Federation) berbunyi bahwa satu negara hanya bisa mengirimkan satu wakil yang memiliki total angkatan tertinggi di satu kelas yang diperlombakan. Sementara itu, Eko dan Ricko bersaing di kelas 61 kilogram putra.
"Alhamdulillah, bersyukur masih dikasih kesempatan sama Tuhan Yang Maha Kuasa buat ikut OIimpiade lagi untuk kelima kali," ucap Eko Yuli.
Baca Juga: Gagal Lakukan Angkatan 166 Kilogram Clean And Jerk, Eko Yuli: Terlalu Berisiko Buat Saya
"Tidak cuma Indonesia, China, Malaysia, Thailand juga menjadikan World Cup ini sebagai seleknas mereka untuk menentukan atlet terbaik yang bisa lolos. Jadi tadi saya bermain aman saja untuk bisa lolos."
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyambut gembira lolosnya Eko ke Paris 2024. Terlebih ini merupakan catatan sejarah baru buat olahraga Indonesia di mana satu atlet tampil di lima edisi Olimpiade.
"Selamat dan luar biasa atas sejarah baru buat Indonesia lewat capaian quintrick tampil di Olimpiade dari Eko. Konsistensinya patut mendapatkan apresiasi dan menjadi motivasi buat atlet-atlet lain," ucap Okto-sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.
Eko memulai kiprahnya di Olimpiade sejak 2008 Beijing di mana ia berhasil membawa pulang medali perunggu meski mengalami cedera hamstring saat persiapan. Di London 2012 Eko juga berhasil meraih perunggu dengan kondisi tulang kering yang retak.
Pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, lifter 34 tahun ini kembali mengalami masalah di lutut namun masih bisa membawa pulang medali perak. Pada penampilan terkahir di 2020 Tokyo, Eko berhasil mempertahankan capaian peraknya meski Olimpiade digelar dalam kondisi Covid-19.
"Angkat besi selalu tidak pernah mengecewakan bangsa Indonesia. Selalu menjadi cabor yang tidak pernah absen untuk mengirimkan wakilnya dan selalu menyumbangkan medali di Olimpiade. Doa kita semua, masyarakat Indonesia, semoga di Paris 2024 ini bisa pecah telur untuk medali emas," kata Okto menjelaskan.
Lebih lanjut Okto menambahkan sudah waktunya Indonesia memiliki recovery center untuk bisa memenuhi kebutuhan atlet yang rawan cedera, seperti yang dialami Eko selama ini.
Recovery center menjadi salah satu elemen penting karena dapat membantu percepatan pemulihan atlet berbasis sport science yang lengkap dan terpadu yang sementara ini belum dimiliki Indonesia.
"Kebutuhan terhadap pusat pemulihan atlet elite atau elite athletes recovery center sangat mendesak mengingat banyaknya potensi cedera pada atlet unggulan kita. Recovery is part of training. Saya sudah minta langsung kepada Menpora dan katanya mau dibuat di Cibubur. Dibutuhkan peralatan dan SDM yang sangat profesional agar bisa mencegah dan mengatasi cedera atlet," tegasnya.
Total, sudah delapan atlet dipastikan lolos ke Paris 2024. Mereka adalah dua atlet dari panahan, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rahmad Adi Mulyono dari panjat tebing, Rifda Irfanaluthfi (senam artistik), Fathur Gustafian (menembak), dan Rio Waida (selancar).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






