Akurat

Pertimbangkan Akar Rumput, ITF Pertahankan Turnamen di China

Riandar Fata Hudaya | 6 Desember 2021, 13:32 WIB
Pertimbangkan Akar Rumput, ITF Pertahankan Turnamen di China

AKURAT.CO, Federasi Tenis Dunia (ITF) mengambil sikap berbeda dari Asosiasi Tenis Putri Dunia (WTA) dalam kasus petenis terkemuka asal China, Peng Shuai. ITF memilih untuk tidak menghentikan seluruh turnamen di China sebagaimana yang dilakukan WTA.

Presiden ITF, David Haggerty, mengatakan bahwa mereka mesti bertahan di China karena posisi mereka yang lebih berurusan dengan pengembangan tenis akar rumput. Menurutnya, keberadaan ITF cukup krusial untuk turnamen junior di negara bertajuk Tirai Bambu itu.

"Kami akan terus menganalisa situasi tetapi kami merasa bahwa perkembangan akar rumput dan membuat tenis tersedia adalah sebuah elemen penting," kata Haggerty sebagaimana dipetik BBC.

"Kami akan meneruskan upaya itu bersama dengan Asosiasi Tenis China."

Pernyataan ini menyusul tuduhan Peng Shuai tentang serangan seksual yang dilakukan mantan Wakil Presiden China, Zhang Gaoli, awal November lalu. Mantan petenis ganda putri ranking satu dunia itu sempat menghilang selama tiga pekan sejak mempublikasikan tuduhan itu.

Haggerty mengatakan bahwa ITF tetap meminta pengusutan serius atas tuduhan tersebut. Namun, kata Haggerty, memutuskan menarik turnamen bakal "menghukum" miliaran orang.

"Tuduhan tersebut harus disorot, dan kami akan melanjutkan bekerja di belakang layar dan secara langsung untuk membawa ini menuju resolusi," kata Haggerty.

Tetapi Anda harus ingat bahwa ITF adalah badan untuk seluruh dunia, dan satu dari pekerjaann adalah kami bertanggungjawab untuk pengembangan akar rumput."

"Kami tidak ingin menghukum miliaran orang, jadi kami akan meneruskan event junior di negara (China) dan turnamen senior mereka yang sudah terjadwal."

Kasus Peng Shuai juga memicu perdebatan yang mengarah pada Komite Olimpiade Internasional (IOC) selepas Peng Shuai akhirnya muncul ke publik lewat komunikasi video dengan Presiden IOC, Thomas Bach. IOC dianggap menjadi alat bagi China untuk kasus ini sementara WTA masih meragukan keselamatan Peng Shuai.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.