Akurat

Surat Ar-Ra'd Ayat 5 Beserta Tafsirnya Menurut Para Ulama

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Desember 2024, 06:00 WIB
Surat Ar-Ra'd Ayat 5 Beserta Tafsirnya Menurut Para Ulama

 

AKURAT.CO Surat Ar-Ra’d adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang memiliki kandungan mendalam tentang tauhid, tanda-tanda kekuasaan Allah, serta respons manusia terhadap ayat-ayat-Nya.

Ayat kelima surat ini secara khusus membahas keajaiban iman dan sikap orang-orang kafir terhadap kebangkitan.

Berikut ini adalah teks ayatnya dalam bahasa Arab, latin, terjemahan, serta tafsir dari beberapa ulama.

Teks Ayat Surat Ar-Ra'd Ayat 5

وَإِن تَعۡجَبۡ فَعَجَبٌ قَوۡلُهُمۡ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدٍۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَغۡلَٰلُ فِيٓ أَعۡنَاقِهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Wa in ta'jab fa'ajibun qawluhum a-idzaa kunnaa turaaban a-innaa lafee khalqin jadiid; ulaaa'ikal lazeena kafaroo birabbihim wa ulaaa'ikal aghlaalu feee a'naaqihim wa ulaaa'ika ashaabun naari hum feehaa khaalidoon.

Terjemahan:

“Dan jika kamu merasa heran, maka yang lebih mengherankan adalah perkataan mereka, ‘Apakah bila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dibangkitkan) kembali dalam bentuk ciptaan yang baru?’ Mereka itulah orang-orang yang ingkar kepada Tuhan mereka; dan mereka itulah yang (menanggung) belenggu di leher mereka. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”Tafsir Surat Ar-Ra'd Ayat 5

Baca Juga: Kata-kata Motivasi dari Al-Quran, Sarat Makna dan Penuh Inspirasi

1. Tafsir Ibnu Katsir

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menunjukkan kekeliruan orang-orang kafir yang mengingkari kebangkitan setelah kematian. Mereka merasa mustahil untuk diciptakan kembali setelah tubuh menjadi tanah.

Padahal, Allah yang menciptakan mereka pertama kali dari ketiadaan tentu mampu menghidupkan mereka kembali. Pernyataan mereka menunjukkan kesombongan dan kedangkalan akal mereka.

Adapun “belenggu di leher” dalam ayat ini melambangkan hukuman dan keterikatan mereka pada dosa-dosa yang akan menjadi penyebab utama mereka masuk ke neraka.

2. Tafsir Al-Qurthubi

Al-Qurthubi menjelaskan bahwa keheranan kaum kafir terhadap kebangkitan setelah kematian adalah bukti kurangnya pemahaman mereka tentang kekuasaan Allah.

Kata ‘belenggu di leher mereka’ juga bisa dimaknai sebagai simbol dari beratnya dosa-dosa mereka, yang akan menyeret mereka menuju neraka.

Penegasan dalam ayat ini bahwa mereka kekal di neraka merupakan peringatan keras bagi siapa saja yang mengingkari tanda-tanda kebesaran Allah.

3. Tafsir Jalalain

Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa keheranan Rasulullah terhadap keingkaran kaum kafir adalah sesuatu yang wajar karena mereka menolak sesuatu yang telah jelas buktinya, yaitu kebangkitan setelah kematian.

Sementara itu, mereka yang kufur akan diikat dengan belenggu sebagai bentuk penghinaan di akhirat.

4. Tafsir Sayyid Qutb

Menurut Sayyid Qutb dalam Fi Zilalil Qur'an, ayat ini mencerminkan pertentangan mendasar antara keimanan dan kekufuran.

Orang-orang beriman memahami kebesaran Allah dalam menciptakan dan membangkitkan, sementara orang-orang kafir terjebak dalam logika duniawi yang sempit.

Gambaran neraka dan belenggu menjadi peringatan nyata tentang konsekuensi kekufuran.

Baca Juga: Ibunda Naja Hafiz Quran Meninggal Dunia, Ini Profil dan Latar Belakang Pendidikannya

Pelajaran dari Ayat Ini

1. Keajaiban Kebangkitan: 

Kebangkitan manusia setelah kematian bukanlah hal mustahil bagi Allah, sebagaimana penciptaan pertama manusia.

2. Bahaya Kekufuran: 

Kekufuran terhadap kebesaran Allah membawa konsekuensi yang sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat.

3. Kekuasaan Allah:

Allah memiliki kemampuan mutlak untuk menciptakan, membangkitkan, dan memberikan balasan atas perbuatan manusia.

4. Peringatan Bagi Manusia: 

Ayat ini adalah pengingat agar manusia tidak terperosok dalam kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran.

Surat Ar-Ra'd ayat 5 menjadi pengingat yang kuat bagi kita untuk senantiasa mengimani kebesaran Allah dan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Kekufuran terhadap kebangkitan hanya menunjukkan kelemahan akal manusia yang tidak memahami kebesaran Sang Pencipta.

Semoga kita termasuk golongan yang selalu beriman dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.