Ayat-ayat Al-Quran Serta Hadis Tentang Kesehatan Mental

AKURAT.CO World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 10 Oktober.
Kesehatan bukan hanya tentang fisik saja, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental. Peringatan hari kesehatan mental bertujuan untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Selain itu juga bertujuan untuk mendidik masyarakat terkait isu-isu yang relevan terhadap kesehatan mental atau pun kesehatan jiwa.
Dalam perspektif Islam, kesehatan mental adalah kemampuan individu dalam mengelola fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya sebuah penyesuaian diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar dengan dinamis berdasarkan al-Quran dan as-sunah yang menjadi pedoman hidup untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental, Ini Tantangan Dan Cara Mengatasinya Di Era Digital
Menjaga kesehatan mental tidak kalah pentingnya dari menjaga kesehatan fisik, karena setiap muslim dianjurkan untuk selalu mengingat Allah SWT dengan cara berzikir.
Dalam Islam, zikir menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuat pikiran dan hati menjadi tenang.
Selain itu, kesehatan mental juga bisa dijaga dengan rajin membaca al-Quran serta menjalankan salat wajib maupun sunah, sebab hal ini menjadi salah satu terapi psikiatri yang efektif diterapkan pada jiwa manusia.
Dikutip dari berbagai sumber pada Rabu (1/10/2023), berikut ini beberapa ayat al-Quran dan juga hadis yang menjelaskan tentang menjaga kesehatan mental:
Ayat Tentang Kesehatan Mental
- Surah al-Isra ayat 76; وَإِن كَادُوا۟ لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ ٱلْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَّا يَلْبَثُونَ خِلَٰفَكَ إِلَّا قَلِيلًا
Artinya: Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalanmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja.
Ayat di atas menceritakan tentang Rasulullah dan kaum Muslimin yang sedang mengalami tekanan, yang mana tekanan tersebut membuat kamu muslim bersama Rasulullah merasa ketakutan atau bisa disebut dengan anxiety. Perasan takut bisa terjadi karena menghadapi situasi baru dan mengancam, perasaan takut sering juga dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental.
- Surah Yusuf ayat 87; "Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
- Surah Fusilat ayat 49; لَا يَسْأَمُ الْإِنْسَانُ مِنْ دُعَاءِ الْخَيْرِ وَإِنْ مَسَّهُ الشَّرُّ ف َيَئُوسٌ قَنُوطٌ
Artinya: "Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya."
Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini Rekomendasi Novel Tentang Mental Health
Kesehatan mental juga dikaitkan dengan munculnya rasa putus asa, sering merasa ingin menyerah, dan tidak memiliki harapan juga menjadi faktor timbulnya gangguan kesehatan mental. Allah SWT melarang umatnya untuk berputus asa dan pantang menyerah. Berikut ini ayat tentang larangan berputus asa.
قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar ayat 53)
- Surah al-A’raf ayat 201; إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Alah. Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”
Gangguan kesehatan mental juga ditandai dengan perasaan was-was secara berlebihan, timbulnya pikiran buruk dalam hati dan pikiran sehingga dapat menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang tidak terkendali. Gangguan kesehatan ini bisa disebut dengan panic attack (panik berlebihan).
- Surah al-Baqarah ayat 286; لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Artinya: "Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebijakan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (mereka berdoa), 'Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir."
Ayat di atas menjadi pengingat untuk umat muslim ketika sedang merasakan permasalahan mental. Yang mana Alah tidak akan membebankan hambanya dengan cobaan yang di luar kesanggupan hamba-hamba-Nya. Apa pun yang terjadi, bersikaplah tawadu dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT dengan memohon pertolongan dari-Nya.
Hadis Tentang Kesehatan Mental
- Dikutip dari buku Jiwa Dalam Bimbingan Rasulullah SAW, terdapat hadis yang menjelaskan tentang kesehatan dan kestabilan mental seseorang memiliki beberapa indikasi yaitu adanya rasa aman.
Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang menyantap pagi hari dengan perasan aman terhadap lingkungan sekitar, kondisi tubuh yang sehat serta tersedianya persediaan makanan untuk hari itu maka seolah-olah dia telah memperoleh seluruh kenikmatan dunia." (HR. Tirmidzi)
- "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai daripada orang mukmin yang lemah." (HR. Muslim)
- Diriwayatkan oleh Hudzaifah ra. Ia berkata; "Jika Rasulullah merasa gundah karena sebuah perkara, maka beliau menunaikan salat." (HR. Abu Dawud)
- Dikutip dari Thahir bin Asyur, Maqashidus Syariah al-Islamiyah, (Kairo-Tunis, Darus Salam-Daru Suhnum: 2014 M/1435 H), halaman 89; "Makna hifzhun nufus (menjaga jiwa) adalah menjamin keselamatan nyawa dari kemusnahan baik secara individual maupun kolektif karena dunia ini terdiri atas banyak orang."
Setiap jiwa memiliki keistimewaan sebagai bagian dari komposisi tegaknya dunia. Hifzhun nafs di sini berbeda dengan penerapan qishas yang sering dicontohkan para fuqaha.
Konsep hifzhun nafs yang paling urgen adalah upaya penjaminan keselamatan jiwa dari ancaman kepunahan, seperti melawan penyakit menular atau epidemi. Sayyidina Umar pernah menahan pasukan untuk masuk ke negeri Syam karena Tha’un Amawas.
Terkadang kesehatan mental disepelekan oleh sebagian orang, padahal dampak dari kesehatan mental sangat berbahaya. Bukan hanya bisa mempengaruhi kejiwaan, tetapi juga menimbulkan gejala kesehatan fisik, seperti yang dikutip dari Halodoc dampak dari gangguan kesehatan mental yaitu;
- Gangguan jantung
- Kencing manis
- Tekanan dara tingi
- Stroke, gangguan tidur (insomnia)
- Sakit kepala
- Gangguan pernapasan
- Meningkatkan risiko obesitas
- Dan yang paling parah adalah dapat menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri.
Yuk jaga kesehatan fisik dan juga kesehatan mental supaya bisa merasakan kehidupan yang aman dan damai, tanpa adanya pikiran dan rasa takut yang berlebihan. Dalam al-Quran dan juga hadis sudah dijelaskan mengenai larangan untuk tidak berputus asa dan rasa takut, dekatkan diri kepada Allah SWT dengan menuaikan salat, membaca al-Quran dan juga zikir sehingga bisa merasakan ketenangan.
Walahu a'alam Bissawab. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






