Cara Menghindari Hasad dan Dengki Menurut Islam agar Hati Lebih Tenang

AKURAT.CO Hasad dan dengki adalah perasaan iri hati terhadap kebahagiaan atau nikmat yang dimiliki orang lain. Sifat ini sering kali muncul tanpa disadari, namun dampaknya bisa sangat buruk, tidak hanya bagi hubungan sosial, tapi juga kesehatan mental bahkan fisik seseorang. Dalam ajaran Islam, hasad termasuk sifat tercela yang harus dijauhi karena dapat merusak iman dan mengikis pahala.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara menghindari hasad dan dengki dalam kehidupan sehari-hari? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dengan landasan ayat Al-Qur’an, hadits, serta langkah praktis yang bisa kamu terapkan.
Apa Itu Hasad dan Dengki?
Secara bahasa, kata hasad berasal dari bahasa Arab “ha-sa-da” yang artinya tidak suka terhadap kebahagiaan orang lain dan berharap nikmat itu hilang atau berpindah kepadanya. Dengan kata lain, hasad adalah keinginan buruk terhadap apa yang dimiliki orang lain, baik berupa harta, keberhasilan, maupun kebahagiaan.
Islam menegaskan bahwa hasad adalah penyakit hati. Rasulullah SAW bahkan memperingatkan dalam sebuah hadits:
“Jauhilah hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud no. 4257)
Hadits ini menjadi peringatan bahwa iri dan dengki bisa menghancurkan amal baik kita, sehingga penting untuk menghindarinya sejak dini.
Cara Menghindari Hasad dan Dengki Menurut Islam
1. Menyadari Bahwa Nikmat Adalah Anugerah Allah
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa pun nikmat yang ada padamu, maka dari Allah lah (datangnya).” (QS. An-Nahl: 53)
Setiap rezeki, keberhasilan, dan kebahagiaan seseorang merupakan ketetapan Allah. Dengan menyadari hal ini, kita akan lebih mudah menerima keadaan dan tidak mudah iri terhadap orang lain.
2. Memperbanyak Ibadah dan Mengingat Kebesaran Allah
Salah satu cara paling ampuh untuk membersihkan hati dari dengki adalah dengan memperbanyak ibadah. Dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan doa, hati akan lebih tenang serta jauh dari rasa iri.
Allah memiliki sifat Maha Adil. Meyakini keadilan Allah dalam membagi rezeki akan membuat kita yakin bahwa nikmat tidak pernah tertukar. Apa yang menjadi milik kita tidak akan pernah diambil orang lain, begitu juga sebaliknya.
3. Meningkatkan Rasa Syukur
Syukur adalah kunci utama dalam menghindari hasad. Allah berjanji dalam Al-Qur’an:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
Dengan bersyukur, fokus kita bukan lagi pada apa yang dimiliki orang lain, melainkan pada karunia yang sudah ada dalam hidup kita. Bahkan nikmat kecil seperti kesehatan, keluarga, atau tempat tidur yang nyaman patut untuk selalu disyukuri.
4. Berdoa untuk Kebaikan Orang Lain
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mendoakan orang lain agar mendapat kebaikan adalah latihan hati yang efektif. Alih-alih iri, kita justru ikut bahagia dengan keberhasilan mereka. Sikap ini tidak hanya mempererat persaudaraan, tapi juga mengikis perasaan hasad yang ada dalam diri.
5. Membantu Sesama dengan Ikhlas
Ketika kita terbiasa menolong orang lain dengan niat ibadah, hati akan diliputi rasa empati dan kepedulian. Membantu tanpa pamrih bisa mengurangi perasaan iri karena kita belajar memberi, bukan hanya ingin menerima.
6. Menjaga Lingkungan yang Positif
Lingkungan pertemanan berpengaruh besar terhadap cara kita berpikir. Jika sering berada di lingkungan yang gemar membicarakan kesuksesan orang lain dengan nada sinis, perasaan hasad bisa muncul tanpa disadari. Maka, pilihlah lingkungan yang mendukung, sehat, dan saling memotivasi untuk berbuat baik.
7. Memahami Bahaya Hasad
Nabi Muhammad SAW kembali mengingatkan:
“Hati-hati dengan hasad, karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
Memahami konsekuensi buruk ini akan membuat kita lebih berhati-hati. Hasad tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga diri kita sendiri karena pahala yang seharusnya menambah tabungan akhirat justru habis.
8. Fokus pada Perbaikan Diri
Alihkan energi dari rasa iri menjadi motivasi untuk memperbaiki diri. Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda, jadi bandingkanlah dirimu dengan dirimu sendiri di masa lalu, bukan dengan orang lain.
9. Membaca Al-Qur’an dan Mengingat Allah
Al-Qur’an adalah obat hati yang paling mujarab. Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, dan doa, hati akan lebih kuat menghadapi bisikan iri dan dengki.
Penutup
Hasad dan dengki adalah penyakit hati yang bisa menggerogoti iman, merusak hubungan sosial, dan menghilangkan pahala. Islam mengajarkan banyak cara untuk menghindarinya, mulai dari memperbanyak ibadah, meningkatkan rasa syukur, mendoakan kebaikan orang lain, hingga menjaga lingkungan yang positif.
Ingatlah selalu bahwa setiap nikmat adalah anugerah dari Allah dan tidak pernah tertukar. Jika hati dipenuhi rasa syukur, iri dan dengki tidak akan mudah masuk.
Baca Juga: Amalan Ayat Seribu Dinar: Hadis Pendukung dan Waktu yang Tepat Membacanya
Baca Juga: Tradisi Rabu Wekasan 2025, Inilah Makna dan Amalan Tolak Bala yang Dianjurkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




