Akurat Logo

Pesan Cinta Tanah Air dalam Al-Qur’an

Thony H | 17 Agustus 2020, 20:30 WIB
Pesan Cinta Tanah Air dalam Al-Qur’an

AKURAT.CO, Islam adalah agama yang menjelasakan segala persoalan kehidupan umat manusia. Tidak terkecuali persoalan cinta kepada tanah Air. Cinta kepada tanah Air yang maksudnya adalah sikap yang ditanamkan oleh seseorang untuk bangsanya juga menjadi salah satu perhatian khusus dalam Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an salah satu kata yang memberikan makna tanah air adalah “balad.” Bahkan, kata tersebut menjadi nama bagi salah satu surah dalam Al-Qur’an, yaitu QS. Al-Balad yang merupakan surah ke 90. Surah ini terdiri dari 20 ayat.

Muhammad Quraish Shihab menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat tersebut adalah karena sikap kecintaan Nabi kepada tanah Makkah. Balad, yang maknanya adalah negeri, maksudnya adalah negeri Makkah yang merupakan tanah kelahiran Nabi.

Ayat pertama pada surah tersebut berbunyi “laa uqsimu bihazl balad; aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini.” Menurut Shihab, penggunaan kata “hadza” yang berarti ini; kata tunjuk makna dekat, memberi isyarat bahwa Makkah adalah negeri yang selalu dekat dengan Nabi. Nabi Muhammad selalu merindukan kampung halamannya.

Sementara ulama lain seperti Imam Al-Buruswi menyebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah pribadi yang sangat mencintai negerinya. Itu salah satunya dibuktikan dengan ketika Nabi Muhammad hendak hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau sampai menangis seraya berucap, “Sungguh Makkah, engkau adalah bumi terbaik di sisi Allah. Jika saja orang kafir tidak mengusirku, aku tidak akan pergi darimu.”

Bukan hanya ketika ia hendak pergi ke Madinah, ketika sudah berada di Madinah pun beliau selalu merindukan Makkah. Masih menurut Al-Buruswi, bahwa ketika Nabi Muhammad di Makkah ia selalu berdoa agar diberikan rasa cinta kepada Madinah sebagaimana diberikan rasa cinta kepada Makkah.

Lebih dari itu, Al-Buruswi menegaskan, fakta kecintaan Nabi kepada negerinya itu sebagai bukti bahwa mencintai negeri adalah bagian dari keimanan. Sebab, dengan eksistensi sebuah negeri maka eksistensi beribadah dan menumbuhkan keimananpun menjadi langgeng.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi