Difitnah Kasus Asusila, Ustadz Solmed Siap Laporkan Penyebar Hoaks

AKURAT.CO Nama baik Ustadz Solmed mendadak tercoreng setelah terseret dalam isu pelecehan seksual sesama jenis yang viral di media sosial.
Pendakwah bernama asli Saleh Mahmud Munawir itu pun langsung angkat bicara untuk meluruskan kabar yang beredar.
Ia menegaskan tuduhan tersebut merupakan fitnah dan tidak berkaitan dengan dirinya.
Isu bermula dari asumsi sejumlah warganet yang mengaitkan inisial pelaku dengan namanya.
“Saya tegaskan, pelaku berinisial SAM itu bukan saya. Banyak yang menduga nama asli saya Soleh Ahmad Mahmud. Sejak kapan nama saya ada Ahmad-nya? Nama saya Saleh Mahmud Munawir,” ujar Ustadz Solmed di kawasan Tendean, Jakarta, baru-baru ini.
Klarifikasi Identitas
Menurutnya, kesalahpahaman ini terjadi akibat kemiripan inisial yang kemudian berkembang liar di media sosial.
Ia menilai penyebutan identitas yang tidak tepat telah merugikan dirinya sebagai tokoh publik dan pendakwah.
Titik terang muncul setelah salah satu pelapor dalam kasus tersebut menghubunginya secara langsung untuk meminta maaf.
Dalam komunikasi itu, pelapor juga mengungkap identitas asli pelaku.
Baca Juga: Pasangan Tak Mendukung? Ini Cara Menyikapinya Tanpa Merusak Hubungan
Mendengar hal tersebut, Ustadz Solmed mengaku terkejut karena ternyata mengenal sosok yang dimaksud.
“Saya kaget, tidak menyangka. Tapi saya berharap pihak kepolisian bisa segera menuntaskan kasus ini agar semuanya menjadi jelas,” ujarnya.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Meski klarifikasi telah disampaikan, ia mengaku kecewa terhadap akun-akun yang menyebarkan informasi tidak benar.
Ia bahkan telah mengantongi sejumlah nama akun dan berencana melaporkannya ke pihak berwajib.
“Saya sudah konsultasi dengan pihak kepolisian. InsyaAllah setelah Lebaran akan saya laporkan, baik ke Polda maupun Mabes Polri, karena ini sangat merugikan,” tegasnya.
Meski demikian, Ustadz Solmed masih memberikan kesempatan bagi para penyebar hoaks untuk memperbaiki kesalahan.
Ia meminta agar unggahan yang mengandung fitnah segera dihapus sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Saya beri waktu sampai sebelum Lebaran untuk menghapus postingan tersebut. Jika setelah itu masih ada, maka akan saya proses secara hukum,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









