VIRAL Kasus Bullying Siswa SD Oleh Kakak Kelas di Subang, Korban Alami Sakit Kepala hingga Meninggal Dunia

AKURAT.CO Viral kasus perundungan (bullying) siswa oleh kakak kelasnya di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, menyebabkan korban berusia 9 tahun meninggal dunia.
Seorang siswa kelas 3 SDN Jayamukti di Subang, ARO (9), harus mengalami nasib tragis hingga meninggal dunia setelah beberapa hari berjuang melawan luka akibat dianiaya oleh kakak kelasnya.
Siswa SD di Subang yang menjadi korban bullying kakak kelasnya sempat melakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang karena mengalami koma.
Peristiwa tragis ini telah menarik perhatian banyak pihak karena pelaku diketahui adalah kakak kelas 4 dan 5 dari korban di sekolah yang sama.
Baca Juga: Live Draw Toto Macau 4D Viral, Ini 5 Kerugian Bermain Judi Online dalam Islam
“Tentunya untuk pelaku akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku oleh pihak kepolisian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Nunung Suryani.
Dikutip dari Instagram @viralwey, Selasa (26/11/2024), awalnya korban ARO mengalami tak sadarkan diri usai dianiaya oleh kakak kelasnya, yang bersekolah di SDN Jayamukti, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang.
Menurut Sarti, salah satu keluarga korban, ARO sudah mengeluh sakit pada bagian kepalanya dan mengalami muntah-muntah beberapa kali, sebelum tak sadarkan diri.
Korban juga sempat bercerita bahwa ia telah dipukuli oleh tiga orang yang diketahui adalah kakak kelasnya, masing-masing berinisial M, D, dan O, yaitu siswa kelas 4 dan kelas 5 di sekolah yang sama.
Baca Juga: Video Viral Onic Vior Dicari Netizen, Ini Pentingnya Menjaga Pandangan dalam Islam
"Kejadiannya pas jam istirahat sekolah, ARO dipalak oleh ketiga kakak kelasnya tersebut, namun ARO tak mau memberikan uang yang diminta oleh kakak kelasnya tersebut, hingga akhirnya ARO dipukuli," ungkap Sarti.
Pihak keluarga korban meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus bullying yang dialami ARO, yang sudah dinyatakan meninggal dunia.
"Saya minta diusut tuntas, karena ini menyangkut nyawa. Korban juga mengaku sering dipukuli baik di sekolah maupun saat mengaji," jelasnya.
Akibat kekerasan yang dialaminya, korban akhirnya kehilangan kesadaran dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang dalam kondisi koma.
Sementara dari pihak sekolah, baru mengetahui adanya dugaan perundungan setelah mendengar kabar ARO koma dan dirawat di rumah sakit.
Kepala sekolah menjelaskan bahwa perundungan terjadi sekitar seminggu sebelumnya di luar area sekolah.
Meskipun berlangsung saat jam istirahat, tidak ada yang melaporkan kejadian tersebut, sehingga pihak sekolah tidak mengetahuinya.
"Kejadiannya, terjadi sekitar satu mingguan, itu pun korban ARO sempat masuk sekolah, dan tidak menunjukkan sakit atau apa tidak dan ketika dibully pun tidak ada yang lapor ke pihak sekolah. Makanya sekolah tidak tahu," ujar kepala sekolah.
Kasus ini masih diselidiki oleh Kepolisian Sektor Blanakan. Dari pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi, diketahui bahwa motif perundungan tersebut diduga karena korban menolak memberikan uang yang diminta secara paksa oleh pelaku.
ARO (9), yang diduga menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya, dinyatakan telah meninggal dunia setelah mengalami koma selama enam hari dan sempat dirawat dalam kondisi kritis di RSUD Subang, Jawa Barat.
Itulah kronologi lengkap dari peristiwa tragis yang dialami oleh seorang siswa SD berusia 9 tahun menjadi korban bullying kakak kelasnya hingga meninggal dunia di Subang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








