Profil Epy Kusnandar, Aktor Preman Pensiun yang Ditangkap Karena Positif Ganja

AKURAT.CO Pemeran dalam serial televisi Preman Pensiun yang bernama Epy Kusnandar telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Barat bersama dengan temannya yang juga seorang aktor dalam film tersebut.
Epy Kusnandar ditangkap bersama rekannya di sebuah apartemen yang terletak di Kalibata, Jakarta Selatan.
Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait barang bukti ganja yang ditemukan.
"Dari kedua orang ini salah satunya kami menemukan narkotika jenis ganja. Dua duanya pas cek urine positif narkoba jenis ganja," jelas Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Indrawienny Panjiyoga.
Sehubungan dengan itu, simak berikut profil Epy Kusnandar yang dikenal sebagai Kang Mus di serial Preman Pensiun.
Profil Epy Kusnandar
Epy telah aktif di dunia teater sejak masa sekolah menengahnya. Dia bercita-cita menjadi aktor seperti Slamet Rahardjo dan Didi Petet.
Meskipun lulus dari SMA pada tahun 1983, Epy baru melanjutkan pendidikannya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1989.
Sejak itu, dia aktif di berbagai sanggar teater seperti Pantomim Sena Didi dan Theater Aristokrat. Selain teater, Epy juga mulai terlibat dalam produksi film dan televisi.
Pertama kali, nama Epy mulai dikenal melalui kelompok komedi yang menjadi maskot suatu produk rokok.
Bersama empat teman satu grup lawaknya, dia membintangi sinetron berjudul Asyiknya Geng Hijau.
Namanya kemudian semakin melambung setelah berperan dalam sinetron Kejar Kusnadi di RCTI.
Epy, yang berasal dari Garut, Jawa Barat, juga terlibat dalam beberapa film, di antaranya "Maskot" (2006) di mana dia berperan sebagai Sapari, dan juga dalam film "I Love You, Om".
Saat ini, nama Epy sering diasosiasikan dengan karakter Dadang, seorang satpam perumahan dalam sinetron komedi Suami-suami Takut Istri.
Selain itu, dia juga dikenal sebagai Kang Mus, pemimpin preman kota Bandung dalam sinetron Preman Pensiun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





