Mengenal Jawa-Suriname, Suku Keturunan Ibu Pemain Timnas Indonesia Rafael Struick yang Sedang Jadi Sorotan

AKURAT.CO Salah satu pemain Timnas Indonesia yang sedang menarik perhatian publik adalah Rafael Struick, seorang pemain naturalisasi asal Belanda yang baru saja membuat debut bersama Timnas Indonesia.
Rafael Struick yang berusia 20 tahun, memiliki darah Indonesia dari ibunya, Noraly Soedito.
Noraly Soedito, ibu Rafael Struick, menarik perhatian tidak hanya sebagai ibu dari pemain sepak bola muda ini, tetapi juga karena prestasinya di dunia perbankan.
Noraly Soedito menduduki posisi tinggi sebagai Head of Financial Recovery dan Oversight di ABN AMRO Bank N.V., bank terbesar ketiga di Belanda.
Ia mengenyam pendidikan di sekolah pengantar dwibahasa di bidang Program Administrasi Pendidikan di Alfrink College pada 1988-1994.
Kemudian, Soedito melanjutkan studinya di Erasmus Universiteit Rotterdam dan berhasil meraih gelar Master of Science.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi di Vrije Universiteit Amsterdam pada 2019-2021 dan Radboud University pada 2021-2022.
Diketahui Noraly Soedito memiliki keturunan Jawa-Suriname, yang memberikan dimensi kultural tambahan pada kisah keluarga ini.
Sehubungan dengan hal itu, simak sejarah dan penjelasan mengenai Jawa-Suriname.
Mengenal Jawa-Suriname
Negara Suriname terletak di ujung utara Amerika Selatan dan berbatasan dengan Guyana di sebelah barat, French Guyana di sebelah timur, serta Brazil di sebelah selatan.
Luas wilayah negara ini sedikit lebih besar dari pulau Jawa, mencapai 170 ribu kilometer persegi.
Suriname tidak hanya dihuni oleh keturunan Jawa, meskipun jumlah mereka paling banyak.
Selain keturunan Jawa, terdapat juga keturunan Sunda, Madura, Minang, dan Aceh.
Meskipun keturunan Jawa mendominasi, mereka bukan mayoritas di Suriname, hanya menyumbang 15 persen dari total penduduk.
Mayoritas etnis di negara ini terdiri dari Hindustani, diikuti oleh Maroon, dan Creole.
Keturunan Jawa di Suriname memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Belanda yang baik.
Di sana, terdapat juga bahasa slank yang dikenal sebagai "taki-taki" (berasal dari "talk-talk" dalam bahasa Inggris), yang merupakan campuran dari bahasa Jawa, Inggris, dan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, sejumlah besar orang Jawa Suriname memiliki keinginan untuk kembali ke Jawa.
Sekitar tujuh ribu orang mencoba untuk pulang ke Indonesia, tetapi pemerintah mengarahkan mereka ke Tongar, Sumatra Barat, karena Jawa sudah penuh.
Baca Juga: Shin Tae-yong Tunjuk Asnawi Gantikan Rafael Struick Tendang Penalti, Ini Alasannya
Kondisi fasilitas hidup yang kurang memadai di daerah tersebut membuat sebagian orang Jawa Suriname memilih untuk kembali ke Suriname.
Meskipun demikian, orang Jawa Suriname tidak ingin mengalami kisah yang serupa dengan nenek moyang mereka.
Mereka tidak berkeinginan untuk kembali ke Indonesia, tetapi bukan di Jawa.
Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk kembali ke Suriname, yang masih dianggap sebagai tanah asal Jawa.
Selain itu, mereka juga merayakan kedatangan mereka ke Guyana Belanda setiap tanggal 9 Agustus, yang dikenal sebagai Hari Imigrasi Jawa atau The Day of Wong Jawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









