Akurat Logo

Cerita Hebat Dimas Chairullah Mahasiswa UIN Walisongo, Education Influencer Dengan Beragam Prestasi

Erizky Bagus Zuhair | 26 Juli 2023, 13:39 WIB
Cerita Hebat Dimas Chairullah Mahasiswa UIN Walisongo, Education Influencer Dengan Beragam Prestasi

AKURAT.CO, Dimas Chairullah seorang remaja yang berdomisili di MABES PAI UIN Walisongo, merupakan mahasiswa di UIN Walisongo jurusan Ilmu komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Disela-sela aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dimas juga menggeluti dunia konten kreator dengan nama akun @positif_dimas23 dan sudah mencapai 124 ribu pengikut di Instagram maupun Tiktok, konten yang digarap yaitu tentang Tips Tugas kuliah, Kehidupan Mahasiswa, Hack Tugas Mahasiswa dan Tips dan Trick selama kuliah. Hal yang memotivasinya untuk membuat konten tersebut berawal ketika dia melihat teman-teman mahasiswanya yang selalu meng-copy keseluruhan tugas makalah dari search engine google, nah di situlah mulai terbesit ide dalam dirinya untuk. membuat konten mengenai hal tersebut dan ternyata FYP di TikTok dan di Instagram hingga berlanjut sampai detik ini.

Namun tak semudah yang dikira, perjuangan Dimas di dunia konten kreator  tak semulus yang kita pikirkan, mulai dari keterbatasan alat seperti kamera yang proporsional, lighting, microphone, dan sebagainya.

Dimas hanya mengandalkan handphone yang dia gunakan untuk kuliah sehari-hari, dan hanya mengandalkan sinar matahari sebagai lighting dalam membuat konten, belum lagi waktu untuk membuat konten yang seringkali bertabrakan dengan jam kuliah, dan editing yang masih dilakukan sendiri dengan aplikasi editing seadanya, sempat dicemooh oleh teman-teman dan orang terdekat.

Sempat terhenti membuat konten selama 2 bulan sampai akhirnya dia memberanikan diri lagi untuk membuat konten setelah 2 bulan vakum karena keresahannya terhadap tugas kuliah temannya yang hanya menyalin keseluruhan hasil dari internet dan mulai disitulah semangat Dimas kembali muncul. 

Dimas menyebutkan ada banyak tantangan yang dilalui di dunia konten kreator mulai dari hujatan orang orang tentang konten yang dibuat, hingga tidak adanya dukungan orang tua. 

“Ada banyak tantangan terutama komenan dan hujatan orang, tapi saya yakin apapun yang kita buat pasti ada yang suka dan ada yang tidak suka, selagi yang saya berikan ilmu yang bermanfaat walaupun sedikit akan terus saya berikan, karena di balik itu ada banyak yang nge-DM saya karena merasa terbantu dengan konten yang saya buat, untuk dukungan orang tua memang tidak ada, karena orang tua saya tidam paham akan dunia yang seperti ini karena latar belakang endidikan orang tua saya yang hanya tamatan SD, tapi saya yakin suksesnya konten saya pasti karena doa orang tua,” ujarnya.

Selain itu Dimas juga merupakan seorang penulis, karya-karyanya yang sudah terbit dan ber-ISBN di antaranya Menari di Atas Hujan (2020) ,Senyuman Terakhir Wahyu (2020), Buku Genre Hebat (2021) , Kenapa Harus Aku (2021) ,Genggam Tanganku Tuk Yang Terakhir (2021) , Hilang Tapi Ada ( 2022), Allah, Izinkan Hambamu Terbang (2023) dan saat ini Dimas juga sedang memersiapkan buku berikutnya.

Begitu pun di dunia kepenulisan ada banyak kendala yang harus dilalui Dimas, mulai dari mencari waktu untuk menulis disela jadwal perkuliahan yang padat dan organisasi kampus, terkadang ada masanya dia mengalami stuck dan buntu dalam menulis namun Dimas dapat mengalihkannya dengan mendengarkan musik perjuangan untuk membangkitkan semangatnya dan terbukti 5 dari novel yang dia terbitkan sudah mendapatkan perhargaan dari Rektor UIN Walisongo, Semarang.

Tak hanya itu, baru-baru ini Dimas menerima penghargaan dari Yayasan Duta Inspirasi Indonesia yang didukung oleh kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang diberikan di gedung DPR/MPR RI pada Rakornas 2 Duta Inspirasi Indonesia.

Dimas juga meraih sejumlah prestasi yakni Juara 2 Duta Genre Kabupaten Tanah Datar 2021, Juara 3 Duta Lingkungan UIN Walisongo, Semarang, Duta Inspirasi Indonesia 2022 Kementerian Pemuda dan Olahraga oleh Yayasan Duta Inspirasi Indonesia yang mewakili Sumatera Barat, Duta Inisiaitif Indonesia 2022 yang mewakili Provinsi Jawa Tengah dan mendapat 3 Awards yaitu The Most Favorite Duty, The Most Outstanding Duty dan Special Awards Duta Inisiatif Indonesia 2023 dan juga menjadi Student Ambassadors LEADS Indonesia 2021, Walisongo Campus Ambassadors.

Selain aktif di dunia kampus menjadi konten kreator sekaligus penulis, Dimas juga aktif mendirikan komunitas peduli kesehatan mental, curhatinaja.id, alasannya mendirikan komunitas tersebut karena kepeduliannya terhadap kesehatan mental anak-anak muda walau dirinya bukanlah seorang mahasiswa psikologi.

"Yah memang aku bukan anak psikologi ya kak, dan itu memang membuat orang sampai sekarang juga sering bertanya-tanya, tapi aku adalah anak yang sangat peduli akan kesehatan mental. Aku melihat banyak anak muda yang gak peduli akan kesehatan mentalnya. Maka dari itu, aku mendirikan komunitas peduli kesehatan mental dan menurutku untuk bergerak mengabdi ke masyarakat gak harus nunggu anak psikologi dulu, selagi kita bisa yuk bareng bareng!" serunya. 

Dimas pun berpesan kepada generasi milenal untuk tidak bermalas-malasan dalam meraih cita-cita karena menurutnya terkadang yang kerja keras saja masih kesusahan menggapai apa yang dia impikan apalagi yang bermalas-malasan.

"Pesan aku cukup satu yang kerja keras saja, masih kesulitan menggapai apa yang dia impikian, apalagi kita yang bermalas-malasan. Ingat kita mungkin bisa menunda waktu semau kita tapi waktu tidak akan bisa menunggumu," pesannya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.