Akurat Logo

5 Fakta Sunda Empire, Punya Portal Berita Sendiri

| 17 Januari 2020, 15:00 WIB
5 Fakta Sunda Empire, Punya Portal Berita Sendiri

AKURAT.CO, Belum selesai heboh Keraton Agung Sejagat (KAS) yang berada di wilayah Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, kini warganet dikejutkan lagi oleh munculnya kerajaan serupa yang dinamakan Sunda Empire.

Sama seperti KAS, kerajaan ini juga mengklaim bahwa masa pemerintahan dunia sekarang akan berakhir. Menurut mereka, kekuasaan pemerintah dunia akan berakhir pada 15 Januari 2020. Dilansir dari berbagai sumber, ini lima fakta tentang Sunda Empire.

1.Bandung diklaim sebagai mercusuar dunia

Istimewa

Dalam video yang viral di media sosial, mereka mengklaim Bandung sebagai mercusuar dunia. Pusat pemerintahan dikendalikan dari Bandung dengan koordinat 0.0.

2. Mempunyai portal berita sendiri

Istimewa

Dari penelusuran AKURAT.CO, ternyata Sunda Empire punya portal berita sendiri yang bernama Alliance Press International. Portal berita tersebut sudah tak lagi aktif sejak akhir 2019 lalu.

3. Wajib membayar Rp350 ribu jika ingin jadi anggota Alliance Press International

Sunda Empire. Istimewa

Portal berita mereka terbuka untuk umum, tetapi masyarakat harus membayar Rp 350 ribu jika ingin jadi anggota. Keistimewaan yang didapat adalah mendapat kartu keanggotaan, bisa mengirim artikel pribadi, dan informasi Alliance Press.

4. Tak terdaftar sebagai ormas di Bandung

Istimewa

Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bandung mengatakan bahwa Sunda Empire tak terdaftar sebagai Ormas di sana meski diketahui sudah berdiri sejak 2018 silam.

5. Mengklaim beranggotakan 54 negara

Istimewa

Salah satu klaim bombastis adalah Sunda Empire memiliki 54 negara anggota termasuk di dalammya Rusia dan Korea Utara. Tak lupa, Agustus mendatang negara-negara anggota harus mendaftar ulang. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.