Tupperware Terancam Bangkrut Setelah 77 Tahun Berdiri, Ini Penyebabnya!

AKURAT.CO Perusahaan peralatan rumah tangga ternama, Tupperware Brands Corp, saat ini terancam bangkrut setelah 77 tahun berdiri.
Hal ini karena penurunan permintaan terhadap wadah penyimpanan makanan dan semakin memburuknya kondisi keuangan perusahaan.
Baca Juga: Tupperware di Ambang Kebangkrutan
Perusahaan ini bahkan telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di pengadilan AS pada Selasa (17/9/2024).
Tak hanya itu, beberapa anak perusahaan yang tergabung dalam Tupperware Brands Corp juga ikut serta dalam proses perlindungan ini.
Laporan itu menyebutkan bahwa langkah persiapan kebangkrutan dimulai setelah adanya negosiasi yang panjang dengan kreditur Tupperware mengenai utang yang melebihi USD 700 juta, atau sekitar Rp10,7 triliun berdasarkan nilai tukar saat ini.
Dalam beberapa tahun sebelum pandemi, perjalanan bisnis Tupperware mengalami banyak kesulitan.
Namun, perusahaan ini sempat mengalami kebangkitan saat pandemi Covid-19, ketika banyak orang memilih untuk tinggal di rumah dan permintaan terhadap wadah plastik kedap udara meningkat.
Setelah itu, terdapat kenaikan tajam pascapandemi pada biaya bahan baku krusial seperti resin plastik, serta meningkatnya biaya tenaga kerja dan pengiriman, yang semakin membebani margin keuntungan perusahaan.
CEO Tupperware Brands Corp, Laurie Ann Goldman, mengungkapkan bahwa perusahaan berencana untuk mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan setelah mengalami pelanggaran terhadap ketentuan utang dan akan mencari bantuan dari penasihat hukum serta keuangan.
"Selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan telah sangat terpengaruh oleh lingkungan ekonomi makro yang menantang," ucapnya dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (18/9/2024).
Berdasarkan pengajuan kebangkrutan di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Delaware, Tupperware mencatatkan aset antara USD 500 juta hingga USD 1 miliar, serta liabilitas antara USD 1 miliar hingga USD 10 miliar.
Baca Juga: Hampir Tak Lulus SMA, Ini 10 Fakta Menarik Earl Tupper, Pendiri Tupperware
Selama sekitar empat tahun terakhir, Tupperware berusaha keras untuk memulihkan kondisi bisnisnya, setelah mengalami penurunan penjualan selama enam kuartal berturut-turut sejak kuartal III 2021.
Penurunan ini disebabkan oleh tingginya inflasi, yang berdampak negatif pada konsumen berpenghasilan rendah dan kelas menengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur Bantah Tarik Ratusan Miliar dalam Kasus Kuota Haji
- 10Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan








