Akurat Logo

Kementerian UMKM Bidik 324 Wirausaha Sumatera Bangkit Pascabencana

Andi Syafriadi | 28 Oktober 2026, 08:56 WIB
Kementerian UMKM Bidik 324 Wirausaha Sumatera Bangkit Pascabencana
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Sebanyak 1.079 wirausaha terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara mengikuti program pemulihan usaha yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah menargetkan sedikitnya 30% peserta mampu meningkatkan kapasitas produksi dan mengakses pembiayaan untuk menjaga keberlanjutan usahanya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat setelah bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada akhir 2025.

Baca Juga: Kredit UMKM BCA Tumbuh 15,4 Persen, Bunga Mulai 5,81 Persen Jadi Daya Tarik

Dimana bencana tersebut mengganggu kegiatan usaha, mulai dari kerusakan sarana produksi dan kehilangan aset produktif hingga terganggunya rantai pasok serta terbatasnya akses pasar dan pembiayaan.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik menegaskan bahwa pemulihan usaha perlu diarahkan pada keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat, bukan sekadar mengembalikan kegiatan produksi.

“Pemulihan UMKM pascabencana bukan hanya tentang menghidupkan kembali usaha yang terhenti, tetapi juga mengembalikan sumber penghidupan masyarakat, membuka kembali peluang usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” kata Riza melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (27/10/2026).

Program peningkatan kapasitas wirausaha tersebut dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara, pada 23 Oktober 2026 dengan melibatkan 607 wirausaha dari delapan kabupaten/kota. Kegiatan serupa dilanjutkan di Meulaboh, Aceh, pada 26 Oktober 2026, dengan menjangkau 472 wirausaha dari lima kabupaten/kota.

Di Sumatera Utara, peserta terbagi dalam tiga kelompok program. Sebanyak 200 orang mengikuti peningkatan kapasitas produksi, 169 orang mendapatkan pendampingan perluasan akses pasar, dan 238 orang mengikuti program kemudahan pembiayaan.

Baca Juga: Omzet UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp12,9 Triliun pada 2026

Sementara itu, di Aceh terdapat 158 peserta peningkatan kapasitas produksi, 134 peserta perluasan akses pasar, dan 180 peserta kemudahan pembiayaan.

Dengan demikian, dari total 1.079 peserta, sebanyak 358 wirausaha mengikuti program peningkatan kapasitas produksi, 303 peserta mendapatkan pendampingan pemasaran, dan 418 peserta masuk dalam program kemudahan pembiayaan.

Kementerian UMKM membekali peserta dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Pada aspek produksi, materi mencakup efisiensi usaha, peningkatan kualitas dan standar mutu produk, serta pemanfaatan sumber daya lokal.

Untuk pemasaran, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penguatan merek, penggunaan platform digital, pengembangan kemitraan, serta peluang transaksi melalui Katalog Elektronik dan PaDi UMKM.

Adapun pendampingan pembiayaan mencakup literasi keuangan, kesiapan administrasi, pengelolaan arus kas, dan kemampuan mengakses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.