Akurat Logo

Hampir 4 Juta Warga Sumbar Bergantung pada UMKM, Ini Sebabnya

Andi Syafriadi | 5 Oktober 2026, 09:10 WIB
Hampir 4 Juta Warga Sumbar Bergantung pada UMKM, Ini Sebabnya
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM. Dengan asumsi satu UMKM menopang lima orang, hampir 4 juta warga bergantung pada aktivitas sektor UMKM - Dok. Kementerian UMKM

AKURAT.CO Pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pascabencana di Sumatera Barat bukan sekadar persoalan menghidupkan kembali usaha masyarakat.

Skala sektor tersebut membuat pemulihan UMKM berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi keluarga dan daerah.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyebut terdapat hampir 750 ribu UMKM di provinsi tersebut. Dengan asumsi satu UMKM menopang satu keluarga beranggotakan rata-rata lima orang, hampir 4 juta masyarakat bergantung pada aktivitas ekonomi sektor tersebut.

“Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM. Jika satu UMKM menopang satu keluarga dengan rata-rata lima orang, maka hampir empat juta masyarakat kita bergantung pada aktivitas ekonomi UMKM. Ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan sektor UMKM bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (5/10/2026).

Baca Juga: Gengtengisasi Serap 500 Ribu Genteng Produksi UMKM Plered

Angka tersebut menjelaskan mengapa pemulihan UMKM menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi Sumatera Barat setelah bencana.

Ketika usaha berhenti akibat kerusakan tempat usaha, alat produksi atau kehilangan persediaan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Penghentian aktivitas ekonomi juga dapat memengaruhi sumber pendapatan keluarga yang bergantung pada usaha tersebut.

Karena itu, Kementerian UMKM memperkuat pendampingan bagi pengusaha terdampak bencana melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar dan fasilitasi pembiayaan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan pelaku usaha tidak hanya mampu kembali beroperasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan bisnis.

“Dampak bencana terhadap UMKM dan bagaimana mengantisipasinya justru menjadi tantangan paling berat setelah bencana terjadi,” kata Helvi.

Seperti yang diketahui, Kementerian UMKM sebelumnya mengaktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit pada 23 Januari 2026. Program tersebut menggunakan tiga tahapan, yakni pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh.

Baca Juga: 5 Alasan Neon Box Masih Jadi Andalan UMKM untuk Menarik Pelanggan

Model tersebut menunjukkan bahwa pemulihan UMKM diposisikan sebagai proses bertahap.

Setelah kembali siap menjalankan usaha, pelaku UMKM diarahkan memperbaiki kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, memperkuat pemasaran, dan mendapatkan akses pembiayaan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.