Perempuan Kuasai 64,5 Persen UMKM, Bank Saqu Dorong Literasi Finansial

AKURAT.CO Perempuan kini mendominasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dengan porsi mencapai 64,5%. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, persoalan pengelolaan keuangan dinilai masih menjadi tantangan utama yang menentukan keberlanjutan bisnis.
Data Kementerian UMKM menunjukkan mayoritas UMKM nasional digerakkan oleh perempuan, terutama di sektor industri kreatif. Dalam forum diskusi “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry”, Bank Saqu menekankan bahwa pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan literasi finansial yang memadai.
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando, menyatakan bahwa aspek keuangan menjadi fondasi penting dalam pengembangan usaha.
Baca Juga: Bank Saqu Perkuat Segmen Produktif Lewat Sunrise Society
“Agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial,” ujar Willy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Bank Saqu juga mencatat sekitar 40% nasabahnya merupakan solopreneur, yang umumnya mengelola bisnis secara mandiri dengan sumber daya terbatas.
Tren peningkatan peran perempuan dalam ekonomi bukan fenomena baru. Dalam satu dekade terakhir, pemerintah mendorong inklusi keuangan dan kewirausahaan perempuan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Momentum Hari Kartini turut memperkuat sorotan terhadap kontribusi perempuan dalam sektor produktif.
Di sisi lain, digitalisasi mempercepat ekspansi bisnis kreatif berbasis individu. Platform digital memungkinkan pelaku usaha terutama perempuan memulai bisnis dari skala kecil hingga menjangkau pasar yang lebih luas tanpa hambatan geografis.
Namun, pertumbuhan ini sering kali tidak diikuti dengan kesiapan manajerial, terutama dalam aspek keuangan. Banyak usaha berbasis kreatif masih mencampur keuangan pribadi dan bisnis, yang berisiko mengganggu arus kas dan keberlanjutan usaha.
Dominasi perempuan di UMKM memiliki implikasi langsung terhadap perekonomian nasional. UMKM sendiri berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja, berdasarkan data pemerintah.
Dengan besarnya peran tersebut, peningkatan kapasitas finansial pelaku UMKM perempuan berpotensi memperkuat daya tahan ekonomi domestik, terutama di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Genap Dua Tahun, Bank Saqu Mantapkan Posisi sebagai Mitra Finansial Anak Muda
Pelaku usaha juga mengakui pentingnya disiplin finansial dalam menjaga bisnis tetap berjalan.
“Kreativitas saja tidak cukup. Ada proses memahami keuangan, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan yang tepat,” kata Liya Tsabitah, pelaku usaha kreatif dan peserta Solopreneur Academy 2025.
Senada, pelaku bisnis kuliner Sylvia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan menjadi pembeda utama keberhasilan usaha.
“Tanpa keuangan yang sehat, akan sulit untuk sustain dalam jangka panjang, apalagi untuk berkembang,” ujarnya.
Penguatan literasi keuangan diproyeksikan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pertumbuhan UMKM, khususnya yang digerakkan perempuan. Bank Saqu menyatakan akan memperluas pendekatan berbasis ekosistem, termasuk edukasi dan solusi keuangan yang terintegrasi bagi pelaku usaha.
Dengan kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan finansial yang tepat, sektor industri kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









