Momen Hari DIsabilitas Internasional 2024, Synergy Fest Dorong Ekonomi Inklusif
Demi Ermansyah | 14 Desember 2024, 19:12 WIB

AKURAT.CO Synergy Fest “Collaboration for Creating Inclusive Environment” menjadi sorotan utama dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional 2024.
Dimana menurut Wakil Menteri UMKM, Helvi Y Moraza menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional.
“Dengan jumlah 8,5 persen dari populasi, penyandang disabilitas di Indonesia memiliki potensi besar. Terbukti, mayoritas dari mereka, yakni 52,65 persen, memilih jalur wirausaha untuk memberdayakan diri,” kata Helvi di Jakarta, Sabtu (14/12/2024).
Menurut Helvi, langkah pemerintah untuk memperkenalkan teknologi digital sebagai alat bantu disabilitas telah memberikan peluang baru. Aplikasi seperti penerjemah bahasa isyarat untuk penyandang tuli menjadi salah satu bukti nyata kolaborasi dengan startup teknologi.
Selain itu, akses pembiayaan formal seperti KUR juga disediakan untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka. “Kami ingin memastikan inklusivitas ini tidak hanya menjadi wacana, tapi benar-benar terasa dampaknya,” tambahnya.
Senada dengan Helvi, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan bahwa Synergy Fest merupakan bentuk kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, baik di dunia kerja maupun di masyarakat umum.
“Kami pastikan UMKM disabilitas binaan PLN mendapat pelatihan dan akses yang setara, termasuk peluang untuk menjadi bagian dari keluarga besar PLN,” ujar Gregorius. Saat ini, 1,18 persen pegawai PLN merupakan penyandang disabilitas.
Gregorius juga mendorong seluruh pelaku industri untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, di mana setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Sementara itu, Co-founder Alunjiva Fany Efrita menambahkan bahwa Synergy Fest menjadi ruang kolaborasi bagi siapa saja yang ingin mewujudkan lingkungan kerja dan masyarakat yang lebih inklusif.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus berinovasi menciptakan perubahan yang positif menuju Indonesia yang ramah disabilitas,” ujar Fany.
Acara ini juga menjadi panggung bagi 20 pengusaha UMKM disabilitas untuk memamerkan karya mereka. Selain itu, talkshow inspiratif dan workshop inklusif menjadi daya tarik utama, menunjukkan bahwa peran penyandang disabilitas tidak bisa diremehkan dalam perekonomian nasional.
Synergy Fest membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, inklusivitas dapat diwujudkan secara nyata, memberi harapan bahwa Indonesia yang lebih ramah disabilitas bukan hanya impian semata, tetapi sebuah kenyataan yang bisa dicapai bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






