AKURAT.CO Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) Arif Rahman Hakim menekankan pentingnya kualitas, kompetensi, dan spesialisasi bagi para Tenaga Pendamping bagi koperasi dan UMKM di daerah, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, dalam mengembangkan usahanya.
"Namun, pola pendampingan yang diberikan harus keluar dari cara yang
biasa. Pendampingan harus secara intensif diberikan sesuai dengan kebutuhan, skala, dan karakter dari usahanya," tandas SesKemenkopUKM, saat membuka acara Diklat Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi Tenaga Pendamping Provinsi Maluku Tahun 2024, di PLUT KUMKM Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (25/6).
Arif mendorong agar para Tenaga Pendamping perlu memiliki spesialisasi tertentu. Hal ini mengingat cakupan bidang bisnis yang relatif luas. "Para pendamping dapat diarahkan untuk memilih spesialisasi bidang pendaftaran legalitas usaha, bidang produksi, bidang keuangan, bidang SDM dan kelembagaan, hingga bidang pemasaran," ucap SesKemenkopUKM.
SesKemenkopUKM mengungkapkan catatan Evermos dan Shopee (2021) yang menyebutkan bahwa UMKM di Indonesia mayoritas berada pada tahap 'New Comer' dengan karakter tidak memiliki perancanaan bisnis yang baik, sulit memahami target pasar yang tepat, sulit mendalami jenis produk yang sesuai pasar dan sulit memenuhi permintaan secara efektif dan efisien.
Menurut Arif, peran Tenaga Pendamping sangat dibutuhkan dalam mengaddress tantangan tersebut, sekaligus menghubungkan mereka dengan kebijakan dan program strategis pemerintah. "Maka, para Tenaga Pendamping diharapkan dapat berkomunikasi secara baik dengan para pelaku usaha mikro dan kecil," imbuh Arif.
Pasalnya, lanjut SesKemenkopUKM, kemampuan berkomunikasi ini menjadi kunci sukses bagi tugas Tenaga Pendamping. "Tenaga Pendamping juga bisa secara mandiri meningkatkan kualitas dan kompetensi dirinya, agar tercipta kemampuan spesialisasi tadi," tukas Arif.
Lebih dari itu, bagi SesKemenkopUKM, para Tenaga Pendamping butuh pemahaman lebih tentang networking atau relasi agar produk yang dihasilkan pelaku usaha mikro dan kecil bisa mengakses pasar yang lebih luas. "Itu semua ada ilmunya yang bisa dipelajari," tegas Arif.
Bahkan, menurut Arif, karena penyusunan business plan sesuai dengan skala usahanya penting, ke depan akan disiapkan aplikasinya. Di sisi lain, ini juga akan memudahkan akses UMKM ke kalangan investor dan perbankan.
Oleh karena itu, SesKemenkopUKM berharap agar para Tenaga Pendamping terus meningkatkan pengetahuannya, melalui handphone yang dimiliki. Dengan begitu, bisa menjadi anggota perpustakaan nasional yang memiliki ratusan ribu buku pengetahuan, secara virtual.
Arif juga berharap peran tenaga pendamping dapat menciptakan ekosistem usaha yang inklusif melalui peningkatan kualitas usaha dalam hal perencanaan bisnis, hingga pencatatan pelaporan usaha untuk memudahkan akses pembiayaan.
"Sehingga, ke depan bisa membangun dan mengembangkan produk-produk unggulan sesuai kearifan lokal yang ada di wilayahnya," ujar SesKemenkopUKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya









