Ekspor Furnitur RI Terus Nanjak, Menteri Teten: Momentum Positif Berdayakan UMKM

AKURAT.CO Selama lima tahun terakhir (2018-2022), industri furnitur Indonesia menunjukkan peningkatan ekspor yang cukup konsisten, dengan nilai ekspor tahun 2022 mencapai USD2,9 miliar, naik dari USD2,8 miliar di tahun sebelumnya.
Melihat peningkatan yang signifikan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyampaikan bahwa kenaikan tersebut menunjukan adanya momentum yang positif menuju target Pemerintah sebesar USD5 miliar di tahun 2024 ini.
"UMKM kerajinan yang menjadi pendukung bagi industri mebel faktanya mampu memberikan sumbangsih yang cukup signifikan dalam kurun waktu setelah pandemi berlalu. Dalam menghadapi berbagai tantangan seperti ketersediaan bahan baku, kebutuhan akan inovasi desain, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang kondusif," ucapnya dikutip Kamis (23/5/2024).
Baca Juga: Dukung IFFINA 2024, Menteri Teten Sebut Peningkatan Kualitas Industri Furnitur Penting
Indonesia, tegasnya, memiliki sumber daya melimpah, dan keberagaman budaya. Kultur yang cukup kaya ini mestinya bisa menginspirasi keunikan produk dalam negeri. Dalam konteks tersebut, dirinya mengajak semua stakeholder untuk mendukung Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
"Kebijakan ini, kita tidak hanya meningkatkan penggunaan produk lokal dalam proyek-proyek pemerintah seperti IKN, tetapi juga menginspirasi penggunaan lebih luas di berbagai sektor," katanya.
Tak hanya itu saja, Menkop Teten juga mengajak masyarakat untuk mendukung bersama pelaksanaan IFFINA Indonesia Meubel & Design Expo 2024. "Saya harap kegiatan ini dapat memicu pembentukan kemitraan strategis yang lebih kokoh, efisiensi rantai pasok yang lebih baik, dan peningkatan pemanfaatan produk-produk lokal, yang semuanya akan berkontribusi menguatkan fondasi ekonomi Indonesia," tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Asmindo Dedy Rochimat mengatakan, pada skala global dengan proyeksi permintaan yang mencapai USD766 miliar pada 2024 (berdasarkan Statista 2024).
Indonesia, kata Dedy, setidaknya bisa menggarap 1% pangsa pasar produksi industri furnitur atau mebel sebesar 7 miliar dolar AS. Untuk itu, dengan penyelenggaraan IFFINA 2024, diharapkan mampu menjadi pendorong bagi negara-negara anggota ASEAN lainnya.
"Untuk mencapai target tersebut, langkah Asmindo menggelar IFFINA mendorong pangsa pasar domestik dan mancanengara, sehingga dapat meningkatkan tumbuhnya ekosistem yang kondusif pada circle kedua di kawasan Asia Tenggara," ujarnya.
Tak hanya itu, penyelenggaraan IFFINA 2024 kata Dedy, diharapkan bisa mencapai target kenaikan 50% dari tahun lalu. "Diharapkan mencapai 15 ribu pengunjung, dengan melibatkan 400 perusahaan dan lebih dari 41 negara. Tahun lalu IFFINA mencapai transaksi hingga 200 juta dolar AS, tahun ini semoga bisa mencapai transaksi 500 juta dolar AS," kata Dedy.
Seiring dengan terus meningkatnya industri pariwisata dan perhotelan pascapandemi COVID-19, turut mendorong industri furnitur atau mebel di Indonesia. Hadirnya program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga membawa angin segar bagi para pelaku industri mebel dan kerajinan dalam negeri.
"Langkah konkret yang telah dilakukan oleh Asmindo, kami telah melakukan MoU dengan PT Bina Karya untuk mendukung pembangunan IKN dengan produk furnitur dan kerajinan anggota Asmindo yang mayoritas adalah UKM. Hal ini diharapkan mampu memperkuat UKM kita dan memajukan industri," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








