AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM (Menkop), Ferry Juliantono menyatakan perkembangan Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP semakin pesat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, koperasi ini mampu menghadirkan keuntungan yang kembali kepada anggota, mayoritas merupakan warga desa.
“Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Kopdes Merah Putih berperan signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa,” kata Ferry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (14/9/2025).
Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Pucangan, Tuban. Dari sekitar 4.000 penduduk usia produktif, sebanyak 1.200 orang atau 20% telah bergabung sebagai anggota Kopdes Merah Putih. Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat desa untuk terlibat dalam sistem ekonomi kolektif berbasis koperasi.
Salah satu contoh keberhasilan terlihat di Desa Pucangan, Tuban. Dari sekitar 4.000 penduduk usia produktif, sebanyak 1.200 orang atau 20% telah bergabung sebagai anggota Kopdes Merah Putih. Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat desa untuk terlibat dalam sistem ekonomi kolektif berbasis koperasi.
Baca Juga: KKP Dukung Pengembangan UMKM Perikanan dan KDMP Lewat Literasi Keuangan
Kopdes Merah Putih Pucangan sendiri bergerak di sektor produksi santan dengan nilai aset dan omzet yang mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa potensi desa mampu berkembang pesat jika dikelola secara profesional dan kolektif.
Ferry menjelaskan, pengembangan koperasi ini tidak terlepas dari bimbingan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Pesantren berperan sebagai mentor, memberikan pembinaan, serta mentransfer pengetahuan dan pengalaman agar koperasi desa dapat dikelola dengan baik. “Pesantren juga menjadi pilar penting dalam memperkuat pengelolaan koperasi desa,” ujarnya.
Untuk memperkuat kapasitas pengurus dan karyawan, Kementerian Koperasi tengah menyiapkan program Business Assistant (BA). Program ini diharapkan mampu menghadirkan tenaga pendamping profesional yang bisa mendampingi koperasi dalam mengelola usaha dan memperluas pasar.
Selain pemerintah, dukungan juga datang dari berbagai BUMN. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyediakan fasilitas BRI Link sebagai insentif agar masyarakat lebih tertarik bergabung dengan koperasi. Di samping itu, Pertamina, ID Food, serta Bank Himbara memberikan pelatihan mengenai tata cara pencairan plafon pinjaman yang disediakan untuk mendukung modal usaha Kopdes Merah Putih.
Menariknya, meskipun plafon pinjaman dari pemerintah belum cair, data pengawas Kopdes Merah Putih menunjukkan koperasi sudah mampu mencatatkan keuntungan hingga 50%. Kondisi ini, menurut Ferry, membuktikan semangat masyarakat desa untuk berproduksi dan berdaya melalui koperasi sangat tinggi.
“Hal ini menunjukkan betapa besar keinginan warga desa untuk mandiri secara ekonomi. Mereka tidak hanya menunggu bantuan, tetapi bergerak aktif memanfaatkan peluang,” jelasnya.
Ferry pun berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga provinsi untuk terus membina dan memperkuat koperasi desa. Saat ini, tercatat lebih dari 100 Kopdes Merah Putih telah beroperasi di Jawa Timur, dan diharapkan jumlah tersebut semakin bertambah di masa mendatang.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pesantren, BUMN, dan masyarakat desa, Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tukas Ferry.
Kopdes Merah Putih Pucangan sendiri bergerak di sektor produksi santan dengan nilai aset dan omzet yang mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa potensi desa mampu berkembang pesat jika dikelola secara profesional dan kolektif.
Ferry menjelaskan, pengembangan koperasi ini tidak terlepas dari bimbingan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Pesantren berperan sebagai mentor, memberikan pembinaan, serta mentransfer pengetahuan dan pengalaman agar koperasi desa dapat dikelola dengan baik. “Pesantren juga menjadi pilar penting dalam memperkuat pengelolaan koperasi desa,” ujarnya.
Untuk memperkuat kapasitas pengurus dan karyawan, Kementerian Koperasi tengah menyiapkan program Business Assistant (BA). Program ini diharapkan mampu menghadirkan tenaga pendamping profesional yang bisa mendampingi koperasi dalam mengelola usaha dan memperluas pasar.
Selain pemerintah, dukungan juga datang dari berbagai BUMN. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyediakan fasilitas BRI Link sebagai insentif agar masyarakat lebih tertarik bergabung dengan koperasi. Di samping itu, Pertamina, ID Food, serta Bank Himbara memberikan pelatihan mengenai tata cara pencairan plafon pinjaman yang disediakan untuk mendukung modal usaha Kopdes Merah Putih.
Menariknya, meskipun plafon pinjaman dari pemerintah belum cair, data pengawas Kopdes Merah Putih menunjukkan koperasi sudah mampu mencatatkan keuntungan hingga 50%. Kondisi ini, menurut Ferry, membuktikan semangat masyarakat desa untuk berproduksi dan berdaya melalui koperasi sangat tinggi.
“Hal ini menunjukkan betapa besar keinginan warga desa untuk mandiri secara ekonomi. Mereka tidak hanya menunggu bantuan, tetapi bergerak aktif memanfaatkan peluang,” jelasnya.
Ferry pun berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga provinsi untuk terus membina dan memperkuat koperasi desa. Saat ini, tercatat lebih dari 100 Kopdes Merah Putih telah beroperasi di Jawa Timur, dan diharapkan jumlah tersebut semakin bertambah di masa mendatang.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pesantren, BUMN, dan masyarakat desa, Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tukas Ferry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









