Dukung Indonesia Emas 2045, KemenkopUKM Percepat UMKM Naik Kelas

AKURAT.CO Seiring peringatan Hari UMKM Nasional, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas UMKM agar dapat naik kelas dalam rangka mendukung pencapaian visi Indonesia Emas di tahun 2045.
Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM, Yulius mengatakan, saat ini pelaku UMKM mendominasi lebih dari 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia. Di sisi lain pelaku UMKM nasional belum banyak yang terhubung ke dalam rantai pasok industri dan jauh dari akses inovasi teknologi serta akses pembiayaan.
Padahal, kata Yulius, salah satu prasyarat utama untuk mencapai target Indonesia Emas yaitu meningkatkan pendapatan per kapita menjadi USD30.300 atau setara Rp475 juta per tahun pada tahun 2045 dari saat ini sebesar USD4.900. Salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan per kapita adalah dengan mengubah struktur usaha dari mikro menjadi kecil dan kecil ke menengah.
"Tantangan kita memang tidak mudah, karena perekonomian yang ditandai dengan adanya krisis pangan, krisis ekonomi, krisis iklim, atau bahkan krisis geopolitik yang melanda dunia," kata Yulius dalam sambutannya pada acara Simposium Hari UMKM Nasional dan MSME Innovation Expo 2024 bertajuk UMKM Maju Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Kemenkop UKM Akui Minat Anak Muda Kerja di Sektor Strategis Masih Rendah
Demi mendorong daya saing dan peran sektor UMKM terhadap pertumbuhan perekonomian nasional, dibutuhkan ekosistem yang dapat menghasilkan usaha bernilai tambah dan dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Strateginya dengan memastikan pelaku usaha UMKM dapat terhubung dalam rantai pasok atau suplai chain dalam roda bisnis sektor usaha besar.
"Inilah tugas kita bersama, peran dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi hal yang sangat penting guna melengkapi ekosistem usaha rakyat agar dapat tumbuh dan terhubung ke dalam rantai pasok industri nasional dan global," kata Yulius.
Untuk itu KemenKopUKM telah merumuskan tujuh strategi dalam melakukan transformasi pembangunan sektor UMKM dan koperasi untuk mengakselerasi pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Pertama, memperluas akses dan inovasi pembiayaan usaha kemudian kedua, meningkatkan peran UMKM dalam rantai nilai industri.
Ketiga, melalui pemanfaatan hasil riset dan teknologi. Keempat, perlindungan dan resiliensi usaha. Strategi kelima, dengan penerapan prinsip berkelanjutan pada usaha dan melalui pengembangan kewirausahaan inklusif serta penguatan UMKM halal dan koperasi syariah. "Sejalan dengan semakin banyaknya pihak-pihak yang berkolaborasi dalam pengembangan dan penguatan UMKM maka semakin banyak dan cepat UMKM kita bisa naik kelas," kata Yulius.
Di tempat yang sama Ketua Umum Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), Cahyadi Joko Sukmono percaya bahwa UMKM masih konsisten menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045, sektor UMKM wajib meningkatkan kontribusinya terhadap PDB nasional.
Dalam mendorong UMKM naik kelas, Cahyadi menyebutkan pentingnya peranan aggregator baik di bawah binaan pemerintah atau swasta. Menurutnya keberadaan aggregator berperan signifikan terhadap percepatan perubahan status UMKM dari informal ke formal atau dari usaha skala mikro ke kecil atau menengah. "Solusi yang kami usulkan adalah dengan memperkuat aggregator baik itu koperasi, Pemda (pemerintah daerah) hingga peran dari pemerintah desa sehingga dapat lebih optimal dalam mendampingi pelaku UMKM," kata Cahyadi.
Sementara itu Bupati Mimika Papua, Johannes Rettob mengatakan sektor UMKM berbasis sumber daya alam di wilayahnya sangat potensial untuk dikembangkan. Namun terdapat beberapa kendala yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemda Mimika yaitu akses bahan baku yang sulit, dan tingginya biaya logistik sehingga menghambat pemasaran produk UMKM. "Saluran pemasaran produk UMKM ke luar Pulau menjadi hambatan utama, hingga kini kami terus mencari solusi untuk memperluas jaringan pemasaran ini," kata Johannes.
Atas permasalahan tersebut, Johannes berharap KemenKopUKM dapat membantu mencari solusi agar produk UMKM dari Mimika bisa lebih mudah dipasarkan di pasar nasional hingga pasar ekspor. Selama ini pihaknya sudah bermitra dengan swasta untuk menyelesaikan berbagai hambatan tersebut namun belum dapat berjalan dengan optimal.
"Kami berharap Kementerian Koperasi dan UKM ini dapat memberikan dorongan kepada kami. Saya optimistis dengan masa depan UMKM di Mimika, dengan dukungan dari berbagai pihak terutama dari Kementerian, Apindo, pihak swasta dan stakeholder lainnya," kata Johannes
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








